OLEH DONNY AFRONI
Manajemen Bali United membuat kejutan di bursa transfer paruh musim Liga 1 2017 ketika mereka mengumumkan pemain naturalisasi Stefano Lilipaly resmi menjadi bagian dari tim pada Agustus lalu.
Nama Lilipaly memang tidak mencuat ke permukaan, mengingat Bali United saat itu digembar-gemborkan bakal mendatangkan pemain yang pernah malang melintang di klub papan atas Eropa, Rafael van der Vaart.
Bali United memang sempat mengungkapkan keinginan memboyong Lilipaly pada awal tahun 2017. Hanya saja, saat itu Lilipaly sudah diboyong klub Eerste Divisie Belanda, SC Cambuur, yang menginginkannya pindah lebih cepat dari Telstar SC. Cambuur pun rela mengeluarkan biaya tambahan untuk memboyong Lilipaly, mengingat kesepakatan antara kedua belah pihak baru bisa direalisasikan pada akhir musim 2016/17.
Keputusan Lilipaly bermain bersama Cambuur membuahkan hasil manis. Pemain berusia 28 tahun ini bermain gemilang bersama Cambuur, dan tampil di 18 pertandingan. Total delapan gol yang disumbangkan Lilipaly di putaran kedua Eerste Divisie.

Bahkan gol kedua Lilipaly ketika ketika menggasak FC Oss 7-2 dinobatkan sebagai gol terbaik di pekan ke-30 Eerste Divisie oleh media ternama di Belanda, Voetbal International. Di laga itu, pemain kelahiran Arnhem ini mencetak dua gol, dan tiga assists.
Berdasarkan polling, Lilipaly mendapatkan 71 persen suara, atau 1.796 pemilih. Raihan Lilipaly ini jauh mengungguli gelandang Jong PSV Justin Lonwijk yang mengumpulkan 513 suara, atau 20 persen. Sedangkan gelandang De Graafschap, Bryan Smeets, di peringkat tiga dengan perolehan 229 suara (sembilan persen).
Manajemen Cambuur ingin mempertahankan Lilipaly untuk musim 2017/18. Namun Lilipaly memilih meninggalkan kompetisi kasta kedua di Belanda itu, dan bergabung dengan Bali United. Manajemen Cambuur terpukul dengan keputusan Lilipaly.
“Kami sudah melakukan berbagai cara untuk mempertahankan Stefano tetap bersama klub ini. Namun keinginan ke Indonesia bersama keluarganya sangat kuat, sehingga kami tidak melihat pilihan lain, kecuali faktor kemanusiaan,” ungkap Direktur teknik Cambuur, Gerald van den Belt, dilansir laman resmi klub.
Sekalipun menginginkan sang pemain, keputusan pria bernama lengkap Stefano Yantje Lilipaly mengejutkan CEO Bali United Yabes Tanuri dan pelatih Widodo Cahyono Putro, karena rela meninggalkan kompetisi Belanda untuk bermain di Indonesia.
“Jujur saya katakan, kami tidak menyangka Stefano Lilipaly berkeinginan untuk bermain di Indonesia dan memilih Bali United sebagai klub yang dituju,” kata Yabes. “Ini tentu surprise buat saya dia mau ke Bali,” timpal Widodo.
Goal / Abi YazidLilipaly pun memulai debutnya bersama Bali United ketika mengalahkan Madura United 5-2 pada 13 Agustus. Di laga ini, pemain berpostur 175 centimeter tersebut hanya tampil selama 12 menit sebagai pemain pengganti.
Harapan melihat performa dan ketajaman Lilipaly seperti di Cambuur sempat menipis setelah ia gagal menyumbang satu gol pun bagi Serdadu Tridatu. Namun itu tidak menyurutkan semangat Lilipaly, dan optimistis keran gol akan terbuka dalam waktu dekat.
Paceklik gol ini berakhir ketika ia menjebol gawang Arema FC dua kali untuk membantu Bali United meraih kemenangan 6-1 di Stadion Tridatu pada 8 Oktober. Lilipaly menambah pundi golnya menjadi empat pada musim 2017 saat membobol gawang Persiba Balikpapan dan PSM Makassar dengan masing-masing satu gol.
Sedangkan bersama timnas Indonesia sepanjang 2017, Lilipaly tampil di tiga pertandingan uji coba, yakni melawan Puerto Riko, Fiji, dan Kamboja. Lilipaly pun berharap mendapatkan musim yang bagus di 2018, baik bersama klub maupun timnas.
Pencapaian dalam hidup dimulai dari satu langkah. Untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan sikap tanggung jawab yang besar. Tahun 2018 merupakan tahun penting bagi sepakbola Indonesia dengan target tinggi pada berbagai ajang besar. Ini saatnya mewujudkan mimpi besar itu bersama CLEAR. Ayo, Indonesia bisa! #AyoIndonesiaBisa #PakaiKepalaDingin #CLEAR #BebasKetombe

