Galeri Goal25 - Tribut - Achmad KurniawanMoh Ridwan Widiyana

Goal 25 - Tribute To Achmad Kurniawan


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN

Goal Indonesia mengumumkan 25 pemain terbaik Indonesia yang menilai penampilan pesepakbola tanah air sepanjang 2016 lalu. Daftar ini disebut GOAL 25. Berbagai nama masuk ke dalam penilaian awal redaksi Goal Indonesia, yang terdiri dari tim editor, jurnalis, dan koresponden daerah. Hasilnya, tersusun pemeringkatan 25 pemain terbaik yang daftarnya kami umumkan satu persatu secara hitung mundur. 

Selain itu, kami juga memberikan penghargaan khusus untuk mendiang kiper Arema FC Achmad Kurniawan, yang meninggal dunia pada 10 Januari 2017. Penjaga gawang yang dikenal dengan inisial AK 47 itu dikenal sebagai pemain yang loyal terhadap Arema.

Mengawali karier bersama Persita Tangerang pada 2001. Selama enam tahun, AK mampu membawa Persita menjadi runner-up Liga Indonesia musim 2002. Prestasinya itu membuat AK diganjar status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Kecintaannya terhadap sepakbola membuat dia rela melepas atribut PNS-nya tersebut karena dia memilih pergi ke Arema pada tahun 2006. Dua tahun di Singo Edan, kiper yang punya refleks bagus itu mampu membawa klubnya mendapatkan gelar Piala Indonesia 2006. Memasuki musim 2008/09, AK harus terdepak, karena kebijakan peremajaan tim.

Namun itu hanya berlangsung selama dua musim. Peruntungan AK tidak bagus, dan Persik Kediri terdegradasi pada musim 2008/09. Kiper kelahiran Jakarta ini selanjutnya hijrah ke Semen Padang, dan sukses membawa tim Kabau Sirah promosi ke Indonesia Super League (ISL) pada 2009/10. AK akhirnya memutuskan kembali ke Arema, karena ingin bermain bersama sang adik, Kurnia Meiga.

SIMAK JUGA: Boaz Solossa Puncaki Goal 25 2016!

Dilahirkan 37 tahun silam, AK mengabdikan diri kepada Singo Edan di usia senja. Menjadi pilihan ketiga, AK tidak tergoda hijrah ke klub lain, meskipun di saat itu banyak tawaran. Kepada manajer umum Ruddy Widodo, ia mengaku akan mengakhiri karier di Arema sekaligus ingin menjadi pelatih kiper Singo Edan. Sayang, sebelum sempat dia menjadi pelatih kiper, Tuhan nampaknya lebih sayang dengan memanggilnya terlebih dahulu.

AK membuktikan loyalitasnya, dia bahkan ada di Singo Edan dalam keadaan tersulit sekalipun. Utamanya saat musim 2011/12, ketika Arema dalam kondisi berjuang di papan bawah, dan keadaan tim yang mengalami kesulitan keuangan. Dia mengakui ada hal-hal yang tidak bisa dia ungkapkan sebagai bukti kecintaannya kepada Arema.

Achmad Kurniawan - Arema Cronus

Ketika dipercaya berdiri di bawah mistar di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 akibat cederanya Meiga dan I Made Wardhana, tak sedikit yang meragukan kemampuan AK, karena ia jarang dimainkan, dan postur tubuhnya mulai terlihat gemuk. Namun itu tidak mengurangi kepercayaan yang diberikan pelatih Milomir Seslija.

AK memainkan pertandingan sebanyak 16 kali, dua di antaranya sebagai pemain pengganti. Hal yang cukup dikenang adalah ketika dia menahan tendangan penalti Edilson Tavarez di menit akhir saat Arema menahan tuan rumah Pusamania Borneo FC. 

Di pertandingan terakhir melawan Persib Bandung, AK juga menjadi pahlawan. Berdasarkan catatan, AK melakukan tujuh penyelamatan untuk menjaga gawang Singo Edan dari gempuran penggawa Maung Bandung. Lantaran performanya tersebut, AK sering disebut-sebut sebagai Angelo Peruzzi-nya Indonesia.

Kini, aksi-aksinya hanya bisa dikenang. Namun semangat dan loyalitas seorang AK tetap akan menjadi inspirasi para kiper muda Arema maupun Indonesia, termasuk sang adik Kurnia Meiga. Bahkan, demi menghormati loyalitasnya, Arema memensiunkan nomor punggung 47 yang menjadi nomor punggung terakhirnya di tim Singo Edan.

    d5a4a7a75717713f9fda5656fd88335c7bcbf8ae    
Iklan