LIPUTAN ALDIV ALFASERA
Goal Indonesia mengumumkan 25 pemain terbaik Indonesia yang menilai penampilan pesepakbola tanah air sepanjang 2016 lalu. Daftar ini disebut GOAL 25. Berbagai nama masuk ke dalam penilaian awal redaksi Goal Indonesia, yang terdiri dari tim editor, jurnalis, dan koresponden daerah. Hasilnya, tersusun pemeringkatan 25 pemain terbaik yang daftarnya akan kami umumkan satu persatu secara hitung mundur. Untuk posisi kelima, ada penggawa Barito Putera Rizky Rizaldi Pora, simak ulasan tentangnya di sini!
Geraknya lincah dan selalu membuka ruang permainan bagi rekan-rekannya. Itu menjadi salah satu ciri permainan dari Rizky Rizaldi Pora, kapten tim Barito Putera. Kepada Goal Indonesia pria kelahiran Ternate, 22 September 1989 itu bercerita, sejak kecil ia memang sudah akrab dengan si kulit bundar.
Kejuaraan pertama yang diikutinya adalah Piala Wali Kota ketika masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Aksi memukau Rizky dari sayap kiri sudah barang tentu menuai decak kagum penonton. "Di situ saya dapat (penghargaan) pemain terbaik," kenangnya.
Dari sana, Rizky terus mengasah kemampuannya sebagai pesepakbola. Bersama teman-temannya, hampir setiap hari Rizky kecil berjibaku dengan permainan paling populer di dunia tersebut.
"Saya tidak pernah ikut SSB (Sekolah Sepakbola). Saya ikut main-main di kampung saja," bebernya.
SIMAK JUGA: GALERI Goal 25: Peringkat 10 - 6
Hobi itu terus digelutinya hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Rizky yang kala itu duduk di bangku kelas 1 SMA kembali mengikuti turnamen. Hingga pada akhirnya, ketika menginjak kelas 2 SMA, ia mengikuti turnamen Piala Soeratin. "Waktu itu usia saya 15 tahun. Terakhir saya main di Divisi Tiga tingkat Kabupaten. Alhamdulillah lolos ke Divisi Dua, tapi tidak berlanjut," ucapnya.
Tak patah semangat, Rizky terus memompa asanya untuk menjadi pesepakbola profesional. Selepas SMA, ia memutuskan hijrah ke Jakarta. Di Jakarta, Rizky mencari peruntungan dengan bermain tarkam (antarkampung). Hingga suatu ketika, bakatnya ditemukan eks penggawa timnas Indonesia Elly Idris, yang ketika itu melatih Persita Tangerang.
Elly tertarik dengan gaya permainan Rizky. Selesai bermain tarkam, Elly pun lantas memanggilnya. "Saya waktu itu lagi main tarkam di Jakarta. Dia (Elly Idris) melihat, dia panggil saya lalu dia bilang nanti ikut seleksi di Persita (Tangerang). Dan Alhamdulillah saya dapat tempat di Persita," ceritanya.
Kesempatan emas itu pun tak disia-siakannya. Rizky mengabdi untuk Persita selama 2,5 tahun, sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Barito Putera. "Elly Idris adalah yang paling berjasa bagi karier profesional saya," tegasnya.
Selanjutnya, karier Rizky terbilang moncer. Tahun 2013 ia dipanggil oleh timnas Indonesia saat ditukangi oleh Jacksen Ferreira Thiago, yang kini menjadi pelatihnya di Barito Putera. "Waktu itu Jacksen yang panggil untuk uji coba sama Arsenal. Itu pertama kali saya masuk timnas Indonesia. Tahun 2014 saya dipanggil lagi untuk seleksi timnas di kejuaraan AFF di Vietnam," bebernya.
Goal / Abi YazidMeski hanya beberapa menit saja mendapat kesempatan bermain dengan Arsenal, namun hal itu masih begitu membekas dalam benak Rizky. Betapa tidak, jebolan SMA 1 Kabupaten Kepulauan Sula itu bisa serumput dengan para pesepakbola dunia. "Itu sangat berkesan buat pengalaman saya," ujarnya.
Rizky yang masih melajang itu kini telah menjadi pemain profesional Indonesia. Sayang, ia merasa pada kompetisi musim lalu timnya tak tampil maksimal. Hal itu terjadi lantaran persiapan yang kurang, yang pada akhirnya berimbas pada prestasi tim. "Jadi, kompetisi kemarin itu ibarat kami pemanasan saja lah," katanya.
Kini, ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Dia pun bertekad membawa Laskar Antasari finis di papan atas klasemen Liga 1. Di sisi lain, Rizky mengapresiasi regulasi anyar PSSI tentang pemaksimalan pemain U-23 di setiap klub. Menurutnya, hal itu akan membawa dampak regenerasi yang bagus bagi timnas Indonesia.
"Jadi biar timnas itu agar pemainnya tidak itu-itu saja. Ada regenerasi, pemain baru. Jadi, regulasi itu menurut saya bagus. Target saya pribadi bisa membawa Barito lebih berprestasi dan bisa menjuarai liga ini," tuturnya.
Terkait dengan penghargaan Goal 25, Rizky pun mengaku bersyukur bisa masuk dalam jajaran 25 pemain terbaik Indonesia versi Goal Indonesia. "Saya baru tahu penghargaan itu. Saya kaget juga. Saya bersyukur diberi penghargaan seperti itu. Tapi itu semua karena prestasi seluruh pemain saya bisa seperti ini, kerja keras semua pemain. Menurut saya bagus penghargaan itu biar ada motivasi untuk anak-anak muda agar berkarya lebih dari yang sebelumnya," pungkas pemilik nomor punggung 26 ini.(gk-67)
Selamat untuk Rizky! Simak terus rentetan serta konten eksklusif kami hingga akhirnya pengumuman pemain yang menempati peringkat puncak!
| #6 | ![]() | #4 |

