Manajer umum Inter Milan Beppe Marotta mengakui, penjualan Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas ini adalah keputusan yang "menyakitkan."
Bek sayap berbakat itu resmi bergabung ke PSG dengan nilai transfer mencapai angka €71 juta.
Pemain asal Maroko berusia 22 tahun itu sebenarnya baru setahun memperkuat Nerazzurri ketika setelah ia direkrut dari Real Madrid pada musim panas 2020 dengan mahar €40 juta.
Sepanjang kampanye musim 2020/21, Hakimi tampil impresif untuk Inter, dengan menjadi bagian integral dari keberhasilan La Beneamata mengakhiri dominasi Juventus dengan merebut Scudetto bersama Antonio Conte.
"Kami memulai musim yang akan sulit, seperti biasa," ujar Marotta dikutip Tribal Football.




"Kami bangga memperkenalkan pelatih baru karena kami karena proyek Inter berlanjut dengan bos baru, muda, dan juara. Kami pikir dia [Simone Inzaghi] adalah orang yang paling siap dan yang bisa mewujudkan prinsip-prinsip klub ini."
"Kami sedang melalui masa yang sulit dan dalam beberapa hal terganggu akibat pandemi, juga sebagai akibat dari ekonomi dunia. Sebagai sebuah refleksi, sepakbola kini mencari model yang berkelanjutan."
"Tentunya, Inter ingin melanjutkan jalan yang sama seperti musim lalu, melihat dari aspek ekonomi dan finansial. Pemilik klub ingin membangun tim yang kompetitif, mereka telah menginvestasikan lebih dari 700 juta euro dan sepakbola membayar konsekuensi dari apa yang baru saja terjadi."
"Tidak terpikirkan untuk meminta usaha yang sama. Kami membuat pilihan-pilihan yang menyakitkan seperti penjualan Hakimi, tapi selalu berusaha untuk memberikan kontinuitas."
Hakimi, yang tampil 45 kali untuk Inter di berbagai ajang kompetisi dengan menyumbang tujuh gol, telah menyampaikan salam perpisahan emosional kepada Inter dan fans klub.
Di ajang Serie A, Hakimi menjadi adalan di tim dengan tampil 37 kali dan mencetak tujuh gol.
