Olivier Giroud mengatakan dampak pandemi virus corona yang melanda seluruh Eropa telah memengaruhi keputusannya untuk meneken perpanjangan kontrak dengan Chelsea.
Striker Prancis itu hampir meninggalkan Chelsea pada Januari lalu, namun kegagalan The Blues untuk mendapatkan pengganti membuat Giroud bertahan selama enam bulan tersisa dari kontrak lamanya.
Giroud mendapat ganjaran atas profesionalismenya selama periode yang tidak menentu tersebut, kembali merebut posisi utama setelah Tammy Abraham mengalami cedera pergelangan kaki, tampil sebagai starter dalam lima pertandingan terakhir Chelsea di semua kompetisi sebelum terhenti karena wabah COVID-19.
Sebelum menerima kontrak baru, Giroud sempat tetap diyakini akan meninggalkan Stamford Bridge dan menuju Inter Milan pada musim panas ini.
Akan tetapi pada April lalu, Chelsea akhirnya menggunakan opsi untuk mempertahankan striker berusia 33 tahun itu untuk kampanye musim 2020/21.
"Saya hanya memanfaatkan kesempatan saya dan saya membalas kepercayaan yang ditunjukkan manajer kepada saya," kata sang pemenang Piala Dunia 2018 melalui laman resmi klub.
"Itulah sebabnya klub akhirnya menawarkan saya kesempatan untuk melanjutkan waktu saya di Chelsea dan saya langsung menerimanya karena saya duka berada di sini. Saya ingin terus memenangkan trofi dan saya ingin terus menunjukkan kepada manajer [Frank Lampard] bahwa ia dapat mengandalkan saya."
"Ditambah lagi, dengan situasi lockdown karena virus corona, saya tidak benar-benar merasa nyaman dengan wacana pindah ke luar negeri dan membawa keluarga saya. Saya sangat memikirkan kualitas hidup kami dan kami memiliki keadaan yang baik di sini. Saya sangat memikirkan keluarga saya sekarang ini."
Giroud telah tinggal di London sejak bergabung dengan Arsenal dari Montpellier pada 2012 sebelum pindah ke Chelsea enam tahun kemudian. Ia juga membenarkan laporan yang beredar luas bahwa dirinya hampir meninggalkan Chelsea pada musim dingin kemarin.
"Saya seharusnya pergi pada Januari karena saya tidak banyak bermain dan saya membutuhkan lebih banyak menit bermain agar bisa masuk skuad Prancis untuk Euro 2020," imbuh Giroud. "Saya nyaris meninggalkan klub, tapi saya benar-benar berpikir Tuhan ingin saya tetap di Chelsea."
"Manajer mengatakan kepada saya bahwa ia tidak bisa membiarkan saya pergi karena ia tidak memiliki siapa pun untuk menggantikan saya. Semua orang tahu apa yang terjadi sehingga saya tidak akan mengubah keputusan [untuk pergi] tapi manajer kemudian menelepon saya secara pribadi dan mengatakan akan memberikan saya lebih banyak kesempatan bermain."
"Ia menepati janjinya dan yang penting bagi saya adalah membuktikan kepadanya bahwa ia bisa mengandalkan saya ketika saya dibutuhkan."


