Centre-back Giorgio Chiellini menyatakan, Juventus seharusnya tidak terkejut dengan tersingkir secara dramastis di tangan Real Madrid karena Bayern Munich pernah mengalami hal yang sama pada musim lalu.
Real Madrid dipastikan melaju ke babak semi-final, meski kalah 3-1 di leg kedua perempat-final di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4) dini hari WIB, namun unggul agregat 4-3.
Bianconeri nyaris akan memasuki babak tambahan waktu setelah mampu mengatasi defisit kekalahan 3-0 di leg pertama dengan keunggulan 3-0 di leg kedua, namun Los Blancos mendapat hadiah penalti di masa injury time yang sukses dicetak Cristiano Ronaldo.
Chiellini mengkritik keputusan Michael Olivier yang memberikan hadiah tendangan 12 pas tersebut, ditambah sang wasit memberikan kartu merah untuk kiper Gianluigi Buffon, yang melakukan protes keras terhadap keputusan penalti.
Dipicu keputusan itu, Chiellini kemudian teringat dengan perempat-final yang kontroversial antara Real Madrid dan Bayern Munich pada musim lalu. Raksasa Bundesliga itu kalah 4-2 di Bernabeu dan kalah agregat 6-3 setelah gol penentu Ronaldo di babak tambahan waktu yang dianggap dalam posisif off-side, sedangkan Arturo Vidal mendapat kartu merah.
"Itu tidak mengejutkan. Bayern mengalaminya pada tahun lalu dan tahun ini adalah giliran Juventus," ujar Chiellini kepada Mediaset Premium.
"Antara leg pertama dan leg kedua, segala sesuatunya bisa terjadi. Ini menggelikan kalau perancang wasit asal Italia menyebut segala sesuatunya berjalan bagus di Liga Champions."
"Tidak ada yang berpikir kami bisa membalikkan keadaan, tapi kami yakin dan itu akan membantu kami untuk musim Liga Champions berikutnya. Ini akan menjadi tujuan kami di masa mendatang."




