Gianluigi Buffon: Wasit Tidak Punya Hati, Tapi Tempat Sampah!

Komentar()
Getty Images
Kapten Juventus mengecam habis keputusan wasit Mike Oliver menghadiahkan penalti untuk Real Madrid di ujung laga.

Tidak hanya di dalam pertandingan, keputusan kontroversial wasit Mike Oliver membuat Gianluigi Buffon mencak-mencak selepas duel Juventus kontra Real Madrid bubar.

Sebagaimana diketahui, Juve harus tersingkir dari Liga Champions di kaki sang juara bertahan kendati memberikan perlawanan gigih di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4) dini hari WIB.

Tertinggal agregat 3-0 setelah kalah telak di kandang sendiri, La Fidanzata d'Italia mampu memimpin 3-0 pada leg kedua perempat-final di rumah Madrid dan hampir memaksakan laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Sayang, usaha Juve hancur berantakan di menit-menit penghabisan. Oliver menghadiahkan penalti untuk tuan rumah menyusul pelanggaran Medhi Benatia terhadap Lucas Vazquez. Buffon protes keras sehingga dikartu merah, dan penalti dikonversi Cristiano Ronaldo untuk meloloskan El Real dengan skor agregat 4-3.

Buffon tidak menyesali luapan amarah yang membuatnya diusir dari lapangan, justru mengecam habis keputusan wasit asal Inggris itu dan menyebut sang pengadil tak punya hati.

"Wasit berkualitas tidak menghancurkan mimpi sebuah tim yang telah mengerahkan segalanya di lapangan selama 90 menit. Dia ingin memainkan peran protagonis," kata kiper legendaris Italia itu kepada Mediaset Premium.

 

Komentar Buffon tentang wasit yang menurutnya adalah sampah! #Juventus #Goal #Madrid

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

"Seorang manusia tidak bisa meniup peluit untuk insiden yang amat meragukan dalam pertandingan seperti itu. Jelas yang ada di dalam dadanya adalah tempat sampah, bukan hati."

"Kalau Anda tidak memiliki karakter, sebaiknya Anda menonton di tribun saja sambil memakan keripik dengan keluarga Anda. Wasit ini tidak memiliki keberanian atau karakter yang dibutuhkan untuk level ini."

"Saya bisa mengatakan apa saja kepada wasit pada momen tersebut, tapi dia harus memahami besarnya bencana yang dibuatnya. Jika Anda tak bisa menangani tekanan dan memiliki keberanian untuk membuat keputusan, sebaiknya Anda duduk saja di tribun dan makan keripik."

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Persoalan ini adalah tentang sensitivitas yang harus dimiliki semua orang, baik dia menengahi laga ataupun tidak. Ini artinya Anda tidak tahu siapa diri Anda, tim mana yang bermain. Intinya, ini berarti Anda tidak tahu apa-apa."

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Bima Sakti Tak Lagi Latih Timnas Indonesia U-19
2. Melihat Peluang Gerd Zeise Latih Timnas Indonesia U-19
3. Bek Johor Darul Takzim Anggap Riko Simanjuntak Biang Masalah
4. Manolo Sanchis: Cristiano Ronaldo Bukan Yang Terbaik Dalam Sejarah Real Madrid
5. Lazio Yang Diam-Diam Menghanyutkan

 

Tutup