Gianluigi Buffon mengaku bahwa dirinya pernah mencicipi narkoba ketika masih remaja dan tergabung dalam kelompok ultras atau suporter garis keras di Italia.
Sang legenda hidup Juventus dan Italia tersebut saat ini berkostum Paris Saint-Germain setelah memutuskan hengkang dari Turin secara bebas transfer pada musim panas lalu.
Pengakuan Buffon, 40, tersebut disampaikan dalam acara Vanity Fair, dengan mengisahkan cerita hidupnya juga memiliki sisi negatif saat beranjak dewasa.
"Saya pernah menjadi ultra [seorang fan garis keras] dari Commando Ultra Indian Tips, itu nama kelompok yang mendukung klub Carrarese, itu tertulis pada sarung tangan saya," ungkap Buffon dilansir Calciomercato.
"Sebagai seorang remaja saya menyimpan rasa kemahakuasaan dan tak terkalahkan, saya merasa tak bisa dihancurkan. Saat itu saya merasa bisa melakukan hal lebih, segala yang saya inginkan."
"Saya melakukannya sekali [mencicipi narkoba]. Ada pun, saya ingat asap yang menyelimuti fans Casertana, bukan sekadar asap tapi melainkan dari 200 pipa yang disedot bersamaan, bentuk asap yang bisa dilihat seperti saat ini."





