Gianluigi Buffon Atalanta Juventus Coppa Italia 19052021Getty Images

Resmi Tinggalkan Juventus, Gianluigi Buffon: Jika Ada Yang Lebih Gila, Saya Akan Mengikutinya

Tidak bisa memimpikan malam yang lebih baik, Gianluigi Buffon menyambut Juventus di akhir musim ini dengan memenangkan Coppa Italia sebagai protagonis di final melawan Atalanta.

Stadion Mapei adalah pertandingan terakhir penjaga gawang tersebut bersama si Nyonya Tua.

Meski kebobolan satu gol, Buffon tetap menjadi sosok yang akan dikenang di Turin, setelah hampir sepuluh tahun berseragam Juve, walaupun sempat satu musim berada di Paris Saint-Germain.

Namun, usia 43 tahun tidak membuatnya semata-mata langsung menutup karier sepak bolanya, dengan mengatakan bahwa dia masih ingin mencari tantangan di klub lain.

Apa yang dikatakan Buffon?

"Sungguh sensasi yang luar biasa," kata Buffon dilansir dari Rai Sport. "Mengakhiri dengan cara seperti ini membuat saya bangga. Saya sangat senang, saya berbagi banyak petualangan dan kemenangan dengan rekan satu tim saya, dengan para penggemar, itu adalah pelengkap yang sempurna."

"Orang-orang di Juve akan selalu menjadi bagian dari hidup saya, bukan tujuan akhir yang akan mengubah apa pun. Saya pikir, saya telah memberikan begitu banyak cinta, begitu banyak kebanggaan, dan begitu banyak keberanian setiap kali turun ke lapangan."

"Saya bangga dengan ini. Maka semuanya harus diakhiri, saya berusia 43 tahun, seseorang harus membuat pilihan yang mungkin tampak tidak mungkin atau gila. Tetapi jika saya seperti ini, itu karena hal gila tersebut tidak pernah membatasi saya."

Penjaga gawang internasional Italia tersebut mengungkapkan bahwa dia tidak akan berhenti sampai di sini.

Dengan pernyataan Buffon beberapa bulan lalu bahwa waktu maksimalnya untuk pensiun ialah pada 2023 mendatang, hal itu membuat sang kiper akan gantung sarung tangan di usia 45 tahun.

"Saya senang bermimpi. Intinya adalah mengalahkan diri saya sendiri, bepergian, dan menggunakan energi saya hingga batasnya."

"Saya mungkin berpikir untuk berhenti, tetapi jika ada seseorang yang lebih gila dari saya dan membuat saya membayangkan sesuatu yang lebih hebat, saya akan mengikutinya, karena inilah hidup. Saya bisa saja bermain di Serie C dan naik ke Serie A. Saya selalu bertanya banyak hal pada diri sendiri."

Masa depan Buffon

Ditanya tentang bagaimana karier Buffon berikutnya, dia menjawab: "Saya memiliki banyak kontak di musim ini, saya juga sedang menganalisis proposal yang datang kepada saya."

"Orang yang menurut saya paling menarik minat saya dan lebih gila dari saya, saya akan seperti dia. Saya dihubungi oleh seorang eksekutif dari sebuah klub yang bisa memenuhi rasa gila saya terhadap hal baru. Jika saya menemukan situasi yang membuat saya tertantang, saya akan mengambilnya karena saya adalah penjaga gawang yang kuat."

Piala Dunia 2022 bisa saja menjadi gong terakhir Buffon dalam kariernya, dan membuatnya menjadi yang pertama kali bermain di enam edisi, setelah melewatkannya pada 2018.

"Mari kita lihat bagaimana saya akan tiba pada Desember 2022. Untuk kebanggaan yang saya miliki, saya tidak mengharapkan dan tidak menginginkan hadiah. Jika ada yang mengira saya masih bisa diandalkan, itu bagus, tapi kalu tidak, saya akan dirumah."

"Tantangan yang sebenarnya ada pada diri saya sendiri. Istri saya dapat membawa saya untuk berpikir cerdas dan dapat membuat saya berpikir setiap saat."

Iklan