Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Buffon Donnarumma

Gianluigi Buffon Ajak Gianluigi Donnarumma Membelot Ke Juventus


OLEH   DEDE SUGITAIkuti di twitter

Masa depan Gianluigi Donnarumma masih terus menjadi bahan spekulasi kendati dirinya baru menandatangani kontrak baru dengan AC Milan pada musim panas kemarin.

Hubungan sang kiper belia Italia dengan tifosi Milan bahkan renggang kembali seturut menyeruaknya kabar Mino Raiola, agen Donnarumma, berupaya membatalkan kesepakatan perpanjangan ikatan dinas kliennya di San Siro.

Tak sedikit klub papan atas Eropa yang menaruh minat pada remaja 18 tahun itu, di antaranya Paris Saint-Germain, Barcelona, serta Real Madrid. Di dalam negeri, Juventus diyakini membidik servis Donnarumma guna menjadi suksesor Gianluigi Buffon.

Yang menarik, Buffon sendiri kini menyuarakan imbauan kepada sang youngster untuk memilih Juve, notabene rival Milan, sebagai destinasi berikut dalam kariernya.

"Saya tidak mengalami sendiri situasi Donnarumma saat ini tapi satu yang pasti, kalau datang ke Juventus ia tak pernah keliru," ucap Superman dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.

"Saya tidak tahu seberapa kuat koneksi emosionalnya dengan Milan. Yang membuat perbedaan adalah apa yang Anda miliki dalam jiwa Anda."

Leonardo Bonucci Gianluigi Buffon JuventusGetty Images

Bicara soal transfer antara Milan dan Juventus, Leonardo Bonucci meninggalkan Turin untuk mengenakan kostum Merah-Hitam awal musim ini. Namun, sejauh ini ia gagal memenuhi ekspektasi dan Buffon meyakini Bonucci menyesali keputusannya.

"Saya mencintai Leo seperti saudara sendiri karena, bahkan dalam amarahnya, saya tetap sangat menyukainya. Ia memiliki nilai-nilai yang baik dan merupakan pemain luar biasa."

"Lingkungan Juve sempurna untuknya. Saya menyesal ia pergi karena itu tampak seperti pilihan yang dibuat oleh orang yang impulsif dan menjaga gengsi."

"Kadang-kadang, saat berbicara dengannya, saya menyampaikan hal tersebut kepadanya dan dia membalas bahwa dia tidak impulsif, tapi mengambil pilihan matang."

"Leo suka tantangan, ia perlu menyalakan kembali api dalam dirinya dengan sebuah pilihan kuat dan tak populer. Saya menghormatinya tapi saya menyesali itu, dan saya pikir dia bahkan sangat menyesal sekarang," tandas Buffon.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google