Ventura Italy

Gian Piero Ventura Harap Italia Belajar Dari Laga Kontra Liechtenstein Untuk Hadapi Spanyol


OLEH DIMAS PANJI SETYADIIkuti di twitter

Pelatih timnas ItaliaGian Piero Ventura memuji performa timnya di babak kedua ketika berhasil menang 5-0 atas Liechtenstein di ajang kualifikasi Piala Dunia. Namun ia juga berharap penampilan di babak peratama bisa menjadi pelajaran untuk menghadapi laga berikutnya.

Italia harus menunggu hingga menit ke-34 untuk mencetak gol pembuka di laga Grup G kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung di Udine. Mereka unggul lewat tendangan voli Lorenzo Insigne. Di awal babak kedua Azzurri sukses menggandakan keunggulannya lewat Andrea Belotti.

SIMAK JUGA: Italia Benamkan Liechtenstein

Tiga pemain pengganti yang Ventura masukkan kemudian berhasil membawa Italia unggul semakin jauh. Eder sukses menuntaskan umpan silang Belotti, Federico Bernardeschi mencetak gol lewat tendangan jarak jauhnya, dan Manolo Gabbiadini yang berhasil memanfaatkan umpan Leonardo Spinazzola.

Kemenangan besar itu membuat Italia masih berada di puncak klasemen bersama Spanyol. Ventura menilai Italia telah berhasil meningkatkan performa di babak kedua, tapi sang pelatih berharap timnya bisa lebih waspada jelang laga tandang di Madrid September mendatang.

"Performa di babak pertama akan menjadi pelajaran bagi kami untuk menghadapi laga selanjutnya kontra Spanyol di Madrid. Ketika anda ingin melakukan sesuatu secara terburu-buru tanpa berpikir Anda akan kehilangan arah," ujar Ventura kepada Rai Sport.

SIMAK JUGA: Girogio Chiellini Girang Italia Bantai Liechtenstein

"Di babak kedua, kami melakukan hal yang seharusnya kami lakukan. Peluang dan gol terus tercipta. Itulah yang saya maksud ketika berbicara tentang kesabaran, kami akan mengingat itu untuk hadapi laga di Madrid."

"Masalahnya bukan tentang peluang, karena kami menciptakan tujuh atau delapan peluang emas di babak kedua. Saya pikir babak pertama di laga tersebut bermanfaat untuk menunjukkan kepada kami apa yang sebenarnya bisa kami lakukan dan kami bermain lebih baik setelah jeda," ungkap pelatih berusia 69 tahun itu.

Iklan
0