Gerard Pique Lionel Messi Ivan Rakitic Barcelona Sevilla 2019-20 GFXGetty/Goal

Gerard Pique Benar: Barcelona Lebih Inferior Dari Real Madrid

Anda boleh memberi penilaian apapun terhadap Gerard Pique tetapi bek tangguh Barcelona ini tidak akan pernah malu dalam mengutarakan pendapatnya. 

Pique tidak pernah menghindar dari kenyataan, dia tidak pernah malu menyikapi kenyataan. Ketika Real Madrid menggilas Barcelona di Piala Super Spanyol pada 2017, tanpa ragu dia mengatakan untuk pertama kali sepanjang berkarier di Camp Nou merasa Blaugrana lebih inferior dari rival abadinya tersebut.

Jadi, komentar terkini sang bek setelah hasil imbang di Sevilla tidak lagi mengejutkan. Dia menganggap pasukan Quique Setien sedang menghadapi pertarungan besar dengan El Real yang tengah bangkit menuju tangga juara LaLiga Spanyol. 

"Sekarang tidak lagi tergantung pada hasil yang kami dapatkan," kata Pique merujuk pada fakta meskipun Barca ada di puncak klasemen, Madrid hanya tertinggal tiga poin dengan keuntungan satu laga di tangan. 

"Akan sangat sulit untuk juara liga. Kami akan melakukan segalanya. Tetapi dari yang saya lihat dalam beberapa pekan ini, akan sangat mengejutkan jika Real Madrid kehilangan poin."

Sikap pesimistis seperti ini pasti akan membuat kecewa loyalis Barca, tetapi terkadang kenyataan itu menyakitkan. 

Dahulu suporter Barca menilai pelatih Ernesto Valverde adalah masalah di Camp Nou, dan sekarang Setien - setidaknya hingga detik ini - belum bisa dianggap sebagai solusi. 

Tetapi perlu juga untuk diingat, setelah Pique melontarkan komentar pada 2017, Barca justru merajai LaLiga; namun untuk mengulang catatan seperti itu bersama Setien rasanya cukup berat. Indikasinya mudah, sulit untuk melihat adanya peningkatan setelah mantan bos Betis tersebut berkuasa di Camp Nou pada Januari lalu. 

Baiklah, akan menjadi tidak adil jika kita terus menyoroti masalah di atas lapangan karena mereka juga menghadapi persoalan pelik di luar lapangan terkait ketidakbecusan jajaran direksi. Tengok saja bagaimana nasib Lionel Messi yang tak kunjung pasti. Sungguh sulit dipercaya jika salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepakbola harus berada di situasi seperti sekarang di ujung kariernya. 

Bukan terkadang, tetapi seringkali Messi menjadi juru selamat Barcelona meski hal tersebut tidak bisa selalu diharapkan. Messi juga manusia. Melawan Sevilla, dia kesulitan menghadapi sebuah lini pertahanan yang bergerak begitu agresif. Pada satu momen, sang superstar terlihat sangat marah setelah mendapat tekel Diego Carlos. 

Messi Sevilla Barcelona LaLigaGetty Images

Tetapi kita juga bisa memahami rasa frustrasi Messi mengingat keseluruhan situasi yang sedang dihadapinya. 

Identitas kuat Barca perlahan luntur. Azulgrana sekarang adalah sebuah tim dengan sederet pemain mewah namun banyak di antara mereka kebintangannya tengah memudar. Situasi kemudian diperparah oleh pembelian di bawah standar klub yang disebabkan oleh buruknya perencanaan strategi transfer. 

Barca boleh jemawa karena memenangkan dua pertandingan setelah roda kompetisi bergulir lagi. Mallorca dan Leganes sukses dilibas, tetapi di saat yang sama mereka direpotkan oleh dua tim yang sedang terancam degradasi. Sevilla adalah tes keras Barcelona, dan mereka gagal menjawabnya. 

Tanpa Frenkie de Jong, Barcelona kehilangan dinamisme dan presisi di lini tengah, sementara Luis Suarez seperti yang sudah diduga tampil di bawah standar setelah absen panjang karena cedera. 

Aksi Antoine Griezmann yang memulai laga dari bench dan hanya menikmati 15 menit pertandingan menjadi gambaran nyata bagaimana kiprah sang penyerang di musim perdananya bersama Barca. 

Bagaimana dengan Messi? Seperti biasa, sang bintang bekerja begitu keras bahkan bersedia turun untuk menciptakan kreativitas yang pada akhirnya tidak pernah terlihat. 

Sevilla adalah tim favorit Messi dalam urusan mencetak gol, tetapi kecuali dari satu momen tendangan bebas, legenda hidup Argentina itu terlihat sangat sulit untuk menambah koleksi golnya. 

Berbicara jujur, laga lawan Sevilla dini hari tadi bukan yang terbaik dari Messi dan seperti biasa, ketika Messi tampil buruk, begitu juga dengan Barcelona. 

Tetapi Barca belum kehilangan apapun. Sevilla adalah lawan terkeras mereka di sisa kompetisi dan Pique mungkin saja salah. Jelas, Real Madrid punya potensi kehilangan poin di akhir musim. 

Meski demikian, Pique juga benar tentang satu hal; akan sulit bagi Barcelona untuk juara musim ini. 

Untuk pertama kali sejak kekalahan agregat 5-1 pada 2017, Barcelona terlihat lebih inferior dari Real Madrid.

Iklan
0