Manajer Liverpool periode 1998–2004, Gerard Houllier, meninggal dunia pada usia 73 tahun, Senin (14/11) pagi waktu setempat.
Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi media terkenal Prancis, L'Equipe dan RMC, beberapa menit lalu.
Setelah memutuskan meninggalkan dunia kepelatihan pada akhir musim 2010/11, Houllier selama ini diketahui menjabat sebagai penasihat Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas.
Nama Houllier mulai dikenal kala menukangi Liverpool. Ia tiba di Anfield pada Juli 1998. Awalnya, ia bergabung sebagai manajer bersama Roy Evans.
Evans mengundurkan diri pada 10 November pada tahun yang sama. Sejak itu, Houllier sendirian membangun kembali skuad Liverpool yang dihuni sekaligus dilabeli "Spice Boys".
GettyPuncaknya pada 2001, pelatih asal Prancis itu sukses mengantarkan Liverpool meraih lima gelar sekaligus, yakni: Piala UEFA, Piala FA, Piala Liga Inggris, Charity Shield, dan Piala Super UEFA.
Pada Oktober di tahun yang sama, Houllier dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi jantung darurat setelah jatuh sakit di pinggir lapangan dalam laga Liga Primer Inggris kontra Leeds United.
Sempat absen lima bulan, Houllier kemudian ‘comeback’. Tanpa sang manajer, asisten pelatih, Phil Thompson, nyatanya mampu antar Liverpool finis di urutan kedua pada musim 2001/02.
GettyPada 2004, Houllier meninggalkan Liverpool setelah melakukan peremajaan skuad. Posisinya digantikan oleh manajer fenomenal asal Spanyol, Rafa Benitez.
Sebelum ke Liverpool, Houllier sempat melatih Paris Saint-Germain dan timnas Prancis. Pasca-melatih The Reds, ia pernah menakhodai Lyon dan kembali ke EPL bersama Aston Villa.
Kala menangani Villa, Houllier sempat pula diopname di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Birmingham. Dia dilarikan ke rumah sakit setelah kembali bermasalah dengan penyakit lamanya tersebut, lemah jantung.
#RIPGerardHoullier
