Georginio Wijnaldum PSG GFXGetty/Goal

Georginio Wijnaldum Jelaskan Alasan Gabung Paris Saint-Germain, Bukan Barcelona

Georginio Wijnaldum menjelasankan keputusannya untuk bergabung ke Paris Saint-Germain setelah berbulan-bulan dikait-kaitkan dengan raksasa La Liga Spanyol, Barcelona.

PSG resmi mengumumkan perekrutan Wijnaldum pada Kamis (10/6) kemarin, dengan proses kepindahan sang gelandang ke Parc des Princes akan dituntaskan ketika kontraknya di Liverpool berakhir di pengujung bulan ini.

Azulgrana sebelumnya santer disebut-sebut sebagai favorit untuk mendapatkan Wijnaldum dengan status bebas transfer, namun pemain asal Belanda itu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karernya di Ligue 1.

Wijnaldum menjelaskan bahwa pelatih PSG Mauricio Pochettino, yang menggantikan posisi Thomas Tuchel pada Desember, menjadi faktor utama mengapa dirinya jadi pindah ke klub asal ibukota Prancis itu.

"Saya senang bergabung dengan klub seperti Paris Saint-Germain," ujar Wijnaldum dalam wawancara resmi pertamanya di Parc des Princes.

"Tentunya, mereka adalah klub dengan pemain-pemain yang sangat bagus, manajer bagus yang berbicara sebelum saya bergabung dengan klub. Kami sudah saling kenal sejak bertahun-tahun yang lalu."

"Sebagai pemain sepakbola, Anda selalu ingin bermain dengan pemain-pemain terbaik di sekitar Anda, dan ketika saya melihat tim dan juga ketika saya berbicara dengan manajer, saya melihat yang penuh semangat dengan pemain-pemain berbakat dan pemain-pemain besar."

"Dan di atas itu, saya juga melihat seorang manajer yang bisa membuat para pemain menjadi lebih baik dan juga mampu menyatukan semua pemain itu menjadi tim yang kuat. Saya datang ke sini untuk berusaha menulis sejarah bersama tim yang luar biasa ini."

Wijnaldum menenangkan gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions selama lima tahun kariernya di Anfield.

Sementara itu, PSG bisa mencapai final Liga Champions pertama mereka pada musim 2019/20 dan lolos ke semi-final lagi pada musim lalu. Wijnaldum berharap bisa membantu tim menjuarai kompetisi terakbar di Eropa itu.

"Semoga saya  bisa memabntu tim menjuarai Liga Champions. Tapi, tidak hanya Liga Champions, juga liga dan piala. Anda ingin memenangkan trofi sebanyak mungkin untuk klub dan suporter," ujarnya lagi.

Iklan
0