Salvatore Sirigu dikontrak oleh Genoa dengan status bebas transfer setelah masa kerjanya dengan Torino habis, dan ingin membuktikan bahwa dia adalah penjaga gawang yang hebat, dengan kiper yang baru memenangkan Euro 2020 bersama Italia musim panas ini menantikan musim baru bersama Grifone.
Meski telah memasuki usia 34 tahun, Sirigu masih yakin bahwa kemampuannya di bawah mistar gawang tidak luntur walau dia hanya tampil tidak lebih dari 3 menit di Euro karena kalah saingan dengan kiper anyar Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma.
Namun di Torino, dia merupakan kiper utama dan telah tampil sebanyak 152 pertandingan selama waktunya di Stadion Grande Torino.
Apa yang dikatakan Sirigu?
"Saya ingin memulai dari sini dan membuktikan pada diri sendiri bahwa saya adalah penjaga gawang hebat," kata Sirigu dilansir dari Football Italia.
"Setiap tantangan menarik. Datang ke sini dan bisa bertarung mengenakan seragam ini memberi saya motivasi besar untuk menghadapi musim baru dengan cara terbaik."
"Dalam satu setengah tahun akan ada Piala Dunia tetapi ada banyak hal yang harus dilakukan. Saya ingin menjalani pengalaman ini dengan cara yang bebas dan bahkan dengan tersenyum."
Ditanya tentang rencananya bersama Genoa, Sirigu mengatakan: "Hingga saat ini, saya bertemu dengan orang-orang yang realistis. itu adalah sesuatu yang saya hargai karena tahun lalu adalah kejuaraan yang aneh bagi semua orang."
"Saya pikir kompetisi ini belum normal. Saya rasa kami harus memulai dengan sedikit dorongan dari biasanya karena kami melihat bahwa bermain tanpa penggemar itu sulit."
"Kami harus memikirkan tentang target minimal kami dan kemudian berpikir tentang cara memiliki musim yang baik."
Diminta menjelaskan tentang nomor punggung yang dia pilih, Sirigu mengatakan: '“Saya memutuskannya setelah berbicara dengan saudara dan saudari saya. No.57 adalah nomor rumah tempat kami dibesarkan di Sardinia."
"Ini adalah angka yang menyatukan seluruh keluarga dan lima ditambah tujuh menjadi 12, yang merupakan tanggal kelahiran saya. Meski mereka memutuskan nomor baju saya, saya sangat senang dengan itu,”
Keberhasilan Sirigu menjuarai Euro bersama Gli Azzurri membuatnya bangga dan senang, meski dia hanya dijadikan pelapis Donnarumma di bawah asuhan Roberto Mancini.
"Saya sekarang lebih bahagia. Sebelumnya, saya sedikit murung," tambahnya.
"Saya menjalani hidup saya, termasuk menghadapi beberapa kasus, dengan sangat serius."
"Kemenangan di Euro memberi saya kegembiraan yang luar biasa, setelah kesulitan yang dialami negara ini. Mampu pulang ke Italia dan melihat kegembiraan yang telah kami berikan kepada orang-orang membuat saya menjadi orang yang bahagia."


