Gempa bermagnitudo 6,7 yang melanda Malang dan sekitarnya menjelang pertandingan perempat-final turnamen pramusim Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4), memaksa pelatih Persija Jakarta Sudirman melakukan perombakan komposisi pemain belakang.
Sebelum pertandingan yang dimenangi Persija dengan skor tipis 1-0 ini, Sudirman telah menentukan komposisi pemain belakang yang diisi Rezaldi Hehanusa, Maman Abdurrahman, Rohit Chand, dan Marco Motta.
Namun Malang dilanda gempa yang sangat kuat sekitar pukul 14:00 WIB, sehingga membuat panik masyarakat, termasuk penggawa Persija. Mereka segera berhamburan keluar tempat penginapan untuk menyelamatkan diri. Akibatnya, Maman merasakan sakit di bagian kakinya.
Sudirman lalu memasukkan nama Toni Sucipto menggantikan peran Maman untuk ditandemkan dengan Rohit. Duet tembok pertahanan Persija ini terlihat cukup kagok di dalam pertandingan.
“Saat gempa, ada kejadian yang membuat kami harus mengubah komposisi pemain di belakang. Seharusnya Maman yang main, tapi saat dia turun dari tangga dengan berlari, dia mendapat masalah dengan engkel,” jelas Sudirman.
Persija“Di menit-menit akhir, Maman bilang tidak bisa main, karena ada [masalah] engkel. Akhirnya saya masukkan Toncip [sapaan Toni] di posisi itu. Jadi kami memilih Toncip dengan harapan bisa meredam kecepatan pemain Barito. Kondisi Yann Motta juga belum maksimal, karena di latihan terakhir masih merasakan sakit di lutut.”
“Pertandingan ini tidak mudah, karena Barito juga tim yang bagus. Mereka punya pemain-pemain yang cepat, dan alhamdulillah kami bisa mengatasi kecepatan pemain mereka.”
Mengenai keputusannya memasukkan Riko Simanjuntak di babak kedua, Sudirman mempunyai alasan tersendiri. Riko diturunkan di awal babak kedua menggantikan Nico Saputro saat kedudukan sama kuat tanpa gol.
Hadirnya Riko di sektor kanan serangan membuat agresivitas Persija lebih hidup. Hasilnya, Persija bisa memecahkan kebuntuan di menit ke-61 lewat gol Marko Simic yang menyambut umpan Riko dari sisi kanan serangan.
“Kalau dibilang enggak bagus, tidak juga, karena di babak pertama kami punya banyak peluang. Tapi Riko memang pemain kunci. Kami dan Riko sadar kalau dia akan bermain lebih bagus di babak kedua,” papar Sudirman.
“Nico salah satu pemain muda kami, dia punya energi, stamina yang bagus, jadi kami pasang Nico dulu. Tujuannya supaya saat Riko masuk dia lebih segar dibandingkan pemain belakang mereka.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


