Operator kompetisi Malaysia Football League (MFL) terpaksa melakukan perubahan format Piala Malaysia 2022 sebagai antisipasi dampak cuaca buruk yang diperkirakan menghantam sebagian kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan menjelang akhir tahun.
Dalam keterangan resminya, MFL menyebutkan, pemerintah Malaysia telah mengeluarkan peringatan akan ada fenomena gelombang besar yang bisa menyebabkan banjir di hampir semua negara bagian dalam beberapa bulan mendatang.
Ramalan cuaca itu membuat MFL memutuskan untuk menghapus fase grup, dan Piala Malaysia langsung dimulai di babak 16 Besar. Kebijakan ini diambil agar pelaksanaan turnamen tidak terganggu akibat cuaca buruk.
“Pada 29 September 2022, MFL mengadakan pertemuan dengan Departemen Meteorologi Malaysia di mana mereka menginformasikan akan ada hujan lebat di bulan Oktober hingga Desember 2022,” demikian pernyataan MFL melalui laman resminya.
“Jadwal Liga Malaysia 2022 sangat padat akibat penundaan beberapa pertandingan yang tidak dapat dihindari di awal musim 2022, karena penyebaran COVID-19 di beberapa tim, dan juga agenda tim nasional.”
“Jika pertandingan tidak dapat dimainkan, ditunda, atau dihentikan karena hal-hal yang tak bisa dihindari, terutama akibat faktor cuaca, dengan waktu yang tersedia memungkinkan pertandingan tersebut dapat dilanjutkan pada hari berikutnya, atau pada waktu yang dianggap cocok oleh MFL.”
“Ini juga memperhitungkan kenyataan sebagian besar kontrak pemain akan selesai pada akhir November 2022 jika masih ada penundaan pertandingan Piala Malaysia.”
Keputusan MFL ini disambut klub Malaysia Super League (MSL). Pelatih Sabah FC Ong Kom Swee mengutarakan, jadwal dan cuaca yang tidak menentu layak dijadikan alasan perubahan format Piala Malaysia, karena tim juga menghindari kemungkinan yang tak diinginkan.
“Ini adalah hal yang berbeda untuk Piala Malaysia, dan saya dapat memahami kurangnya waktu dan cuaca yang tidak menentu saat ini menjadi faktornya,” kata pelatih yang menangani Saddil Ramdani dan kawan-kawan tersebut.
“MFL tentu sudah memikirkan matang-matang soal ini, jadi kami terima dengan baik format kali ini. Di saat yang sama, kami juga bisa menghemat biaya tim yang harus bolak-balik setiap kali bermain.”
“Bahkan menurut saya jumlah pertandingan musim ini sudah sangat mencukupi seperti yang kami inginkan, dimana tim membutuhkan minimal 30 pertandingan. Jadi tidak ada masalah.”


