Rans Cilegon FCMuhammad Ridwan

Gelar Latihan Mandiri, Skuad Rans Cilegon FC Dipantau 24 Jam

Rans Cilegon FC menghentikan aktivitas latihan bersama. Keputusan tersebut diambil karena pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

PPKM Darurat diterapkan untuk menekan laju penyebaran virus corona yang kembali meroket. Peraturan tersebut mulai berlaku sejak 3 Juli sampai dengan 20 Juli mendatang.

"Kebijakan kami pasti mengacu apa yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk kebugaran, para pemain melakukan latihan mandiri di rumah atau juga di mess," kata presiden Rans Cilegon FC Roofi Ardian, saat dihubungi awak media.

"Prokes [protokol kesehatan] ketat kami berlakukan untuk pemain di mess. Sedangkan pemain yang di rumah masing-masing kami selalu pantau 24 jam penuh," Roffi menambahkan.

Roffi mengatakan belum mengetahui sampai kapan para pemain Rans Cilegon FC, melaksanakan latihan mandiri. Ia bakal melihat perkembangan situasi yang sedang terjadi.

Launching RANS Cilegon FCIstimewa

"Kesehatan hal penting dan utama saat ini. Jadi kami harus patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ucapnya.

“Persiapan bisa kita lakukan setelah semua selesai. Jadi kami tidak merasa tergantung dengan PPKM Darurat karena untuk saat ini yang paling terpenting adalah kesehatan dari para pemain dan ofisial sendiri,” ia melanjutkan.

Sebelum melaksanakan latihan mandiri, Rans Cilegon FC sudah sempat menggelar beberapa pertandingan uji coba. Seperti melawan Persita Tangerang, Bali United, hingga Arema FC.

Tujuan dari uji coba tersebut untuk mengukur kemampuan skuad Rans Cilegon FC, jelang bergulirnya Liga 2 musim ini. Hanya saja, sampai sekarang kompetisi kasta kedua sepakbola Indonesia tersebut belum jelas kapan pelaksanaannya.

Iklan
0