Gelandang timnas Indonesia U-19, David Maulana, tengah berstatus bebas kontrak setelah kontraknya bersama Barito Putera habis pada akhir tahun 2020 lalu.
Yang bersangkutan mengakui bahwa sejumlah tawaran menghampiri dirinya. Hal tersebut wajar, karena label David sebagai salah satu pemain muda menjanjikan, bahkan kerap jadi kapten timnas U-19.
Saat ini David sedang berada di Medan dan mengikuti latihan bersama tim PON Sumatra Utara. Banyak yang menilai David mungkin saja kembali membela PSMS Medan, yang kini berkompetisi di Liga 2.
Maklum, David pernah jadi bagian dari tim Elite Pro Academy (EPA) PSMS ketika masih berlaga di Liga 1, pada 2018. Kini, David dalam posisi masih bebas dan belum berani memastikan klub mana yang akan dia pilih.
“Ada klub-klub lain selain PSMS yang juga kontak saya. Namun saat ini saya belum bisa bilang soal rencana ke depannya,” beber David.
Bukan tidak mungkin David bakal menyusul jejak rekannya di timnas U-19 yang sesama jebolan Garuda Select untuk bermain di Eropa. Hal tersebut dilakukan oleh Brylian Aldama yang membela klub Kroasia, HNK Rijeka, dan Bagus Kahfi yang menuju klub Belanda, FC Utrecht.
Selama masih di Indonesia, David berharap segera ada kepastian soal kapan liga bisa dijalankan. “Karena kompetisi belum jelas, yang pasti saya dan pemain-pemain senior lainnya pastinya berharap ada kepastian yang jelas. Karena berjalannya kompetisi tentu bisa menafkahi keluarga," tutur dia.
Alvino HanafiSementara itu, Barito sebagai klub pemilik David sebelumnya tidak menutup kemungkinan untuk kembali merekrut sang pemain. Laskar Antasari mulai bergerak menyusun komposisi skuad untuk musim 2021, dengan memperpanjang kontrak beberapa pemain lama, seperti Rizky Rizaldi Pora, Bayu Pradana hingga Adhitya Harlan.
Hasnuryadi Sulaiman selaku CEO Barito sadar bahwa David juga aset timnas Indonesia yang perlu dijaga. “Yang penting kami utamakan kepentingan timnas di atas segalanya,” ujar Hasnur dilansir dari Banjarmasin Post.
Ia membeberkan bahwa manajer tim, Mundari Karya, sudah menyusun komunikasi dengan David. "Waktu itu yang berangkat Pak Mundari dan Ainul [Ridha] yang telah lakukan pembicaraan. Mudah-mudahan, yang penting kita utamakan timnas di atas segalanya," tukas Hasnur.
