Gelandang Persipura Jayapura Muhammad Tahir, kembali menjadi nelayan. Keputusan tersebut dilakukan untuk mendapat penghasilan tambahan selama kompetisi dihentikan.
Kompetisi di tanah air dihentikan dengan status force majeure terhitung dari Maret sampai Juni mendatang, akibat pendemi virus corona. Selama periode tersebut PSSI mengizinkan klub membayar gaji pemain dan ofisial maksimal 25 persen dari nilai tertera dikontrak.
Adanya potongan gaji tersebut membuat Tahir, mencari cara dapat uang tambahan. Ia memilih melaut yang merupakan pekerjaannya saat masih anak-anak di kampung halamannya.
"Sekarang saya balik lagi ke laut menjadi nelayan. Kalau sedang tidak melaut, paling saya menjaga toko cendera mata yang dimiliki orang tua di depan Pasar Hamadi, Jayapura," kata Tahir.
Tahir meminta istrinya Ayu Dwi Ariyani, untuk mengelola uang secara bijak di masa sulit seperti ini. Hal ini lantaran ia tahu betul pemasukan yang didapat dari melaut tidak terlalu besar.
"Jadi saya komunikasi sama istri supaya uang tabungan yang ada diatur bagaimana baiknya," ucap pesepakbola berusia 26 tahun tersebut.
