Nasib buruk harus diterima Robert Jarni. Gegara memberikan dukungan kepada klub dari negara lain di Conference League, Jarni dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Kroasia U-17.
Federasi sepakbola Kroasia (HNS) memecat Jarni atas pernyataannya yang mendukung Real Betis mengalahkan Dinamo Zagreb di pertandingan Liga Europa. Kedua tim bentrok babak play off, Jumat (16/2) dini hari WIB, di Stadion Benito Villamarin.
Jarni mempunyai alasan tersendiri ketika ditanya tentang dukungannya terhadap Betis beberapa hari menjelang pertandingan. Hal itu disebabkan pria berusia 55 tahun ini pernah memperkuat Betis antara 1995 dan 1998.
“Siapa yang akan saya dukung? Betis adalah klub saya, saya menghabiskan tiga tahun yang indah di sana, saya tidak [pernah] bermain untuk Dinamo,” kata Jarni kepada media setempat dikutip laman Tribal Football.
“Saya tidak tahu siapa yang bisa menyalahkan saya untuk itu. Pada saat yang sama, saya adalah seorang pendukung setia Hadjuk [Split].”
Pernyataan Jarni itu mendapat reaksi keras dari HNS. Petinggi HNS menilai Jarni tidak mempunyai rasa nasionalisme dengan memberikan dukungan kepada tim yang menjadi rival klub Kroasia.
“Dengan keputusan bulat komite eksekutif (Exco) Federasi Sepakbola Kroasia, Robert Jarni dibebaskan dari tugasnya sebagai pelatih tim Kroasia U-17 menyusul pernyataan tidak pantas di media,” demikian pernyataan HNS.
“Dewan direksi HNS mendukung hak setiap individu, termasuk setiap pemain sepakbola, termasuk pemain tim nasional untuk mendukung klub yang mereka inginkan, bahkan melawan klub Kroasia di Eropa, meski pemikiran seperti itu dianggap tidak diinginkan.”
“Namun HNS memiliki posisi yang sangat jelas, standar yang lebih tinggi diterapkan kepada semua pelatih Kroasia, dan tidak pantas, tidak diinginkan, dan tidak dapat diterima jika seseorang yang memimpin tim nasional Kroasia secara terbuka memberikan dukungan terhadap lawan klub Kroasia mana pun di kompetisi Eropa.”
“Persatuan dalam keluarga sepakbola Kroasia adalah suatu kondisi yang tanpanya tidak ada tim nasional Kroasia. Pelatih tim nasional Kroasia memiliki tugas yang jelas untuk mendorong persatuan, kerja sama, rasa hormat, dan rasa saling percaya di antara semua klub Kroasia. Jadi HNS menganggap ini adalah satu-satunya keputusan yang tepat untuk melindungi keluarga sepakbola Kroasia.”
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)