Gede Widiade - Bhayangkara Surabaya UnitedAbi Yazid

Gede Widiade: Besok Bisa Saja Saya Diberhentikan Dari Persija Jakarta


OLEH    MUHAMMAD RIDWAN

Gede Widiade, memastikan hanya dikontrak profesional di Persija Jakarta. Meskipun, sekarang pengusaha berdarah Bali tersebut memegang jabatan sebagai direktur utama Macan Kemayoran.

Maka dari itu, Gede menyatakan bisa kapan saja dirinya didepak dari Persija. Walau diakuinya ada jangka waktu yang disodorkan kepadanya untuk mengelola klub asal ibu kota tersebut.

"Saya dikontrak selama jangka waktu yang ada di akta. Empat tahun sampai lima tahun. Tapi sebelum itu saya bisa diberhentikan kapan saja, besok bisa, lusa bisa," kata Gede di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (7/3).

Lebih jauh, Gede menjelaskan mengapa tidak mempunyai saham di Persija. Menurutnya, hal ini karena ketika diminta memegang Ismed Sofyan dan kawan-kawan dirinya masih memegang saham mayoritas di salah satu klub Tanah Air.

Klub yang dimaksudkan Gede adalah Bhayangkara FC. Ia mempunyai saham sebesar 61 persen di sana, sebelum akhirnya seluruh saham tersebut dilepaskannya kepada pihak Kepolisian.

Mengingat, berdasarkan statuta FIFA tak diizinkan seseorang memiliki saham dalam dua klub atau lebih di level kompetisi yang sama. Makanya, agar tidak terjadi pelanggaran Gede memutuskan tidak ikut ambil saham di Persija.  

"Jadi saya mau di klub baru, di Persija saya hanya sebagai direktur utama dan profesional. Persyaratan itu harus disepakati. Siapa yang punya silahkan Anda mau hire saya sebagai profesional, sepakat, deal, ya saya sebagai profesional," tuturnya.

Berdasarkan akta yang ada di PT Persija Jaya Jakarta, memang Gede sama sekali tidak memiliki saham. Mayoritas pemegang saham tersebut adalah PT Jakarta Indonesia Hebat (PT JIH) yang pegang 80 persen sahamnya.

Dalam PT JIH terungkap juga kalau Plt ketua umum PSSI Joko Driyono, yang mempunyai saham terbesar di sana. Artinya, secara legal pria yang karib disapa Jokdri tersebut merupakan pemilik Persija.

Akan tetapi, Gede menjelaskan situasi tersebut tidak masalah. Pasalnya, tak ada ketentuan yang menyebutkan dalam statuta FIFA kalau orang yang kerja di federasi dilarang punya saham di salah satu klub.

"Ya menurut Anda enggak baik tulis saja enggak baik. Kalau sama saya selama tidak melanggar ketentuan normatif yang ada tidak ada masalah, yang penting Persija selama saya bawa terbuka enggak pernah tertutup," katanya.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Liga 1 Belum Jelas, Turnamen Baru Kembali Muncul
2.Kapan Manchester City Bisa Resmi Jadi Juara Liga Primer Inggris 2017/18?
3.Lee Yoo-Joon Sempat Berpikir Main Di Indonesia Akan Mudah
4.Rahmad Darmawan Semringah Sriwijaya FC Borong Gelar
5.Penyebab Kematian Davide Astori Telah Terungkap
Iklan
0