Ivan Gazidis Paolo Maldini - Milan

CEO AC Milan Ivan Gazidis: Serie A Bukan Liga Ketinggalan Zaman!

CEO AC Milan, Ivan Gazidis tidak setuju dengan anggapan yang menyebut bahwa Serie A merupakan kompetisi sepakbola yang ketinggalan zaman.

Anggapan seperti itu muncul karena besarnya masalah rasisme yang dihadapi oleh sepakbola Italia, yang seakan tidak mengalami perbaikan mulai dari dulu hingga sekarang.

Memang isu rasisme masih muncul di seantero Eropa, namun di Italia angkanya tergolong tinggi. Untuk itu, Gazidis, selaku eks petinggi Arsenal, menyarankan lebih baik duduk bersama mencari solusi ketimbang saling memperdebatkannya.

"Salah satu isu adalah orang-orang berpikir bahwa dengan berbicara tentang rasisme maka kita menciptakan sebuah masalah. Itu tidak benar, masalah itu memang ada dan langkah pertama adalah mengakuinya dan berdiskusi secara dewasa untuk menyikapinya," kata Gazidis kepada ESPN.

"Ada masalah rasisme dalam sepakbola secara umum, ini tidak hanya di Italia, tapi memang ada di Italia dan kami harus mengakuinya, menyikapinya dan mencari solusinya untuk bagaimana melakukan perubahan."

"Ini adalah masalah sosial, kejahatan sosial dan kita perlu mengatasinya karena alasan tersebut saja, namun juga ada kaitannya dengan perkembangan Serie A dan masa depan liga ini."

"Untuk semua alasan tersebut kita harus mengakuinya dan mengambil langkah-langkah konkret. Ada kemauan untuk itu, Italia bukan negara ketinggalan zaman, liganya juga bukan liga ketinggalan zaman."

Gazidis lalu mengambil contoh bagaimana sepakbola Inggris diterpa masalah rasisme besar pada masa lalu, namun kini cukup berhasil meminimalkannya berkat pendekatan khusus yang mereka lakukan salah satunya dari aspek stadion.

"Sepakbola pada era 1980-an di Inggris adalah sarang rasisme," ujarnya.

"Meski masih ada masalah tersebut dalam sepakbola Inggris, stadion-stadion baru mereka menciptakan lingkungan yang jauh lebih beragam dan inklusif dengan para wanita, anak-anak, orang-orang dari semua latar belakang merasa aman menonton pertandingan."

"Saat mereka merasa aman, wajah para penonton maka berubah dan sikap mereka juga tidak lagi sama dengan yang sebelumnya."

"Sepakbola Italia telah lama menderita dengan stadion-stadion yang masih kuno dan bahkan teknologi di dalam stadion untuk mengidentifikasi pelaku kesalahan masih kuno."

Iklan
0