OLEH YOSUA EKA PUTRABek Chelsea, Gary Cahill, sempat mengkhawatirkan kansnya memperkuat Inggris di Euro 2016 mendatang. Pasalnya, selain prestasi The Blues yang menukik tajam musim ini, Cahill juga sempat kehilangan posisi di skuat utama.
Chelsea berhasil menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu. Akan tetapi, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu sempat menghuni papan bawah sebelum merangkak ke posisi ke-10 klasemen sementara.
Cahill juga digusur Kurt Zouma dari skuat inti Chelsea. Namun, bek berusia 30 tahun itu kembali dipercaya mengawal jantung pertahanan The Blues menyusul cederanya John Terry dan Zouma.
"Ini musim yang sulit. Saya tidak akan berbohong. Musim yang sulit seperti yang dilihat semua orang, dengan beberapa pergantian dan hal-hal lainnya," ujar Cahill.
| SIMAK JUGA |
| Thibaut Courtois Akui Mungkin Tinggalkan Chelsea |
| Dani Alves Jengkel Hadapi Luis Suarez |
| Luis Nani Berutang Besar Kepada Cristiano Ronaldo |
"Saya gembira bisa kembali ke dalam tim, terutama jelang turnamen penting (Euro 2016). Itulah yang saya khawatirkan ketika tergusur dari tim," sambungnya.
"Kekhawatiran saya adalah jika tidak bermain untuk Chelsea, saya tidak akan dipilih oleh Inggris dan saya tidak takut untuk mengungkapkannya," tandas Cahill.
"Tidak ada pemain yang puas berada di klub besar jika tidak bermain setiap pekannya. Saya selalu bermain di sepanjang karier," papar Cahill.
"Anda tidak memainkan semua pertandingan di setiap musimnya, jadi Anda harus berlatih lebih keras ketika tidak tampil. Namun, bermain jelang turnamen besar adalah hal yang penting," katanya.
"Saya merasa fit, saya bermain bagus bersama Chelsea. Hal terpenting adalah saya kembali ke lapangan dan menunjukkan kemampuan saya," pungkas Cahill.

