Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, mengatakan bahwa kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia menunjukkan seberapa baik kinerja timnya sejak mengunyah kekalahan di final Euro 2020.
Italia secara mengejutkan didepak Macedonia Utara 1-0 pada semi-final play-off Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Jumat (25/3) dini hari WIB.
Gol kemenangan sang tamu dicetak secara dramatis oleh Aleksandar Trajkovski melalui tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-90’+2.
Delapan bulan lalu, skuad arahan Southgate dikalahkan Italia lewat adu penalti pada final Euro 2020 di Wembley.
Tapi sejak hasil menyesakkan tersebut, Si Tiga Singa mencatatkan lima kemenangan dan dua hasil imbang pada fase Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka pun sukses mengamankan tiket langsung ke Qatar sejak 15 November lalu.
"Itu adalah kejutan besar [Italia kalah]. Jelas bahwa terkadang tim memiliki siklus. Entah itu siklus atau efek setelah final [Euro 2020], emosi dari situ, dan segala sesuatu yang lain,” ucap Southgate.
“Saya pikir dari situ bisa dilihat bahwa para pemain kami merespons dengan sangat baik, untuk pulih dari emosi [kekalahan di] final, dan tampil seperti yang mereka lakukan setelahnya benar-benar fantastis,” tutur pelatih berusia 51 tahun itu.
“Saya pikir fase kualifikasi [kerap diremehkan], jadi saya curiga melihat hasil, performa, dan cara mereka bermain, Italia ada di posisi itu,” pungkasnya.
Terdekat, Inggris akan menghadapi Swiss pada laga persahabatan di Wembley, Minggu (27/3) dini hari WIB. Tiga hari berselang, Harry Maguire dkk bakal menjamu Pantai Gading dalam tajuk dan tempat serupa.
