Winger pinjaman Tottenham Hotspur, Gareth Bale, menyatakan dirinya akan kembali ke Real Madrid akhir musim ini.
Bale dipinjamkan ke Spurs—klub yang ditinggalkannya sebelum hengkang ke Madrid pada 2013—pada awal musim ini.
Kedatangan Bale disambut antusias fans Spurs. Namun, kenyataan tidak sejalan harapan. Pemain berusia 31 tahun itu gagal dimaksimalkan manajer Jose Mourinho.
Pada periode keduanya bersama Spurs ini, Bale baru tampil enam kali sebagai starter di Liga Primer Inggris dengan sumbangan lima gol dan dua assist. Ia juga belum sekalipun tampil penuh di semua ajang karena masalah kebugaran.
Berbicara tentang masa depan, Bale mengatakan bahwa alasan utama dia kembali ke Spurs musim ini adalah untuk bermain secara reguler dan tidak pernah menutup rencana balik ke Madrid.
"Tidak ada yang mengganggu saya," ucap Bale, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (23/3).
"Saya pikir alasan utama saya datang ke Spurs adalah untuk bermain dan itu yang terpenting."
"Menjelang Euro 2020, saya ingin tetap dalam keadaan bugar. Rencana awal adalah menjalani satu musim di Spurs dan seusai Euro saya masih memiliki satu tahun kontrak tersisa di Real Madrid [hingga 2022].”
“Sejauh ini, rencana saya adalah kembali ke Madrid,” pungkasnya.
Madrid dan Spurs menggaji Bale [50:50 persen] selama masa peminjaman satu musim ini. Bayaran pemain asal Wales itu diketahui mencapai £350.000 per pekan.
Adapun selama periode 2013–2019 di Madrid, Bale merayakan sejumlah trofi, termasuk empat trofi Liga Champions dan dua gelar LaLiga. Tapi hubungannya dengan klub memburuk seiring berjalannya waktu.
Bale tidak dapat menit bermain banyak dan terlibat friksi dengan pelatih Zinedine Zidane—yang kembali melatih Madrid pada 2019 setelah pemecatan Santiago Solari—musim lalu.
Terdekat, Bale bersama timnas Wales bakal melakoni tiga laga pada jeda internasional kali ini. Dua pada Grup E Kualikasi Piala Dunia 2022 kontra Belgia dan Republik Ceko, serta uji coba melawan Meksiko di antaranya.




