Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan status tim favorit dengan menganggap Piala Dunia sebagai turnamen paling kejam.
Scaloni masih belum bisa melupakan kegagalan Argentina lolos dari fase grup di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Saat itu, Argentina menempati peringkat tiga Grup F, karena hanya meraih masing-masing satu kemenangan, imbang, dan kalah.
Argentina dikalahkan Inggris 1-0 lewat eksekusi penalti David Beckham. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Mauricio Pochettino terhadap Michael Owen. Scaloni menganggap wasit selayaknya tidak memberikan penalti.
Sedangkan dalam laga penentuan melawan Swedia, Argentina hanya bermain imbang 1-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Dua hasil tersebut membuat Scaloni menganggap Piala Dunia sangat kejam.
“Hal paling penting yang perlu kita ketahui: di Piala Dunia, satu kesalahan atau sesuatu yang terjadi di luar perkiraan dapat membuat Anda tersingkir. Contohnya di tahun 2002,” ujar Scaloni kepada Ole dikutip laman TyC Sports.
“Ada penalti yang tidak adil ketika melawan Inggris, dan memang seharusnya tidak. Kemudian melawan Swedia kami dipukul [dengan gol lawan]. Hal-hal seperti ini harus diperhitungkan. Piala Dunia sangat kejam, sanga tidak adil bagi mereka yang pantas mendapatkannya.”
“Ada saatnya ketika tim yang mencapai final tidak memperlihatkan keunggulan dibandingkan tim lainnya selama turnamen berlangsung, tapi mereka berkembang dari pertandingan pertama, sehingga mencapai final dengan cara terbaik.”
Momen-momen seperti itu membuat Scaloni tidak ingin membebani para pemainnya. Pelatih berusia 44 tahun ini meminta pemain menikmati setiap momen yang mereka peroleh selama berlangsungnya turnamen empat tahunan tersebut.
“Saya berpendapat Anda harus mencoba menikmati segalanya, dengan kegembiraan, dengan segala sesuatu yang menyertainya. Ini adalah cara kami untuk membawa tim lebih jauh. Kami berharap ini berjalan baik untuk kami,” ucap Scaloni.
“Soal favorit, saya tidak berani bilang Piala Dunia mempunyai tim favorit. Itu tidak mungkin, karena ada beberapa tim hebat yang bisa saja sudah saling berhadapan di 16 Besar. Jadi sangat sulit untuk bilang siapa yang menjadi juara dunia. Setidaknya ada sepuluh tim yang bisa melakukannya.”
