Pelatih Paris Saint-Germain Christophe Galtier mengakui Kylian Mbappe akan bisa bermain dengan lebih bebas jika penyerang lain direkrut.
Setelah mencetak gol di pertandingan lawan Austria di UEFA Nations League pada pekan ini, Mbappe mengatakan bahwa dia diberi "lebih banyak kebebasan" ketika beraksi bersama tim nasional karena kemitraannya dengan Olivier Giroud, yang mengalihkan perhatian bek-bek lawan untuk menciptakan ruang bagi bintang PSG itu.
Di level klub, di sisi lain, Mbappe merupakan bagian dari tiga pemain depan bersama Neymar dan Lionel Messi serta ditugaskan dengan tanggung jawab lain dalam pertandingan.
Galtier tidak setuju dengan komentar Mbappe, namun sang pelatih mengatakan kegagalan klub untuk merekrut penyerang lain di bursa transfer pada musim panas ini adalah alasan di balik perbedaan gaya bermain.
"Analisisnya fair. Ia tidak dalam konfigurasi yang sama di sini seperti di timnas Prancis. Itu adalah percakapan yang saya lakukan dengannya selama pramusim dan percakapan yang juga saya lakukan dengan presiden dan Luis Campos," ujar Galtier kepada wartawan.
"Kami semua yakin bahwa kami membutuhkan pemain keempat dengan profil berbeda. Pemain keempat ini tidak pernah datang. Sayang sekali seperti itu. Kylian memiliki pemain referensi ini di timnas. Kami memiliki cara bermain yang berbeda, profil yang berbeda, tapi juga menarik. Hubungan teknis antara Neymar, Lionel Messi, dan Mbappe berbeda dengan apa yang Anda lihat dengan timnas."
Rasa frustrasi Mbappe dengan gaya di PSG muncul meski pemain berusia 23 tahun itu menolak tawaran untuk bergabung dengan Real Madrid dan malah berkomitmen untuk kontrak jangka panjang yang baru di ibukota Prancis.
Ditambah, laporan keretakan hubungan Mbappe dengan Neymar hanya menambah masalahnya di Parc des Princes.
Mbappe kembali ke PSG setelah akhir pertandingan internasional, dengan timnya menghadapi Nice di Ligue 1 pada Sabtu (1/10).
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

