Silvio Berlusconi Adriano Galliani AC Milan Seria A TIM 01162016Getty Images

Adriano Galliani Akui Terpaksa Jual AC Milan Karena Krisis

Mantan CEO AC Milan, Adriano Galliani memanaskan perang kata-kata antara Silvio Berlusconi dan Ivan Gazidis mengenai kondisi klub raksasa Serie A Italia tersebut.

Gazidis mengklaim bahwa Rossoneri sempat berisiko mengalami kebangkrutan dan terlempar ke Serie D ketika pertama kali tiba di klub, dengan komentar itu dilontarkannya saat mengumumkan penunjukkan Stefano Pioli sebagai pelatih baru.

Berlusconi sebagai mantan pemilik Milan, yang kini menguasai klub Serie C, Monca, kemudian membalas pernyataan pedas Gazidis tersebut.

Kepada Rai Radio Uno, Galliani mengungkapkan alasan penjualan Milan, yang terus mengalami penurunan finansial sejak terakhir meraih Scudetto pada 2010/11.

Sejak saat itu, Milan telah dua kali berpindah tangan. Pada 2016, pebisnis Tiongkok, Yonghong Li dengan dana pinjaman dari Elliott Management mengakuisisi Milan, namun gagal melunasi utang sehingga nama terakhir kini memegang kendali klub sepenuhnya.

"Milan? Cinta tetap utuh, milik saya dan presiden [Berlusconi]," ungkap Galliani.

"Kami enggan melepaskan klub, tapi kami terpaksa melakukannya karena alasan finansial. Pilihannya sulit, kami berharap yang ada sekarang ini akan membawa klub kembali ke masa kejayaan."

"Saya menghormati Elliott, bahkan jika mereka tidak pernah membeli Milan."

"Kami menjual klub kepada Yonghong Li, yang meminjam uang untuk membayar biaya kepada kami dari Elliott, yang ternyata menjadikan Milan sebagai jaminan."

"Jika Elliott tidak meminjamkan uang tersebut, kami akan menyimpan deposit dan mengikutkan Milan ke Serie A dan Liga Europa untuk musim 2017/18."

Iklan
0