Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), memberikan respons terkait dengan permasalahan yang terjadi di PSS Sleman. Kabarnya, pemain Super Elang Jawa tak menerima gaji sejak Mei.
Tertunggaknya gaji karena terjadi masalah di internal PSS. Perpindahan saham pemilik lama ke investor baru membuat proses pencairan dana untuk membayar upah Irfan Bachdim dan kawan-kawan jadi tersendat.
Sebelumnya, kepemilikan saham mayoritas PSS dipegang oleh Soekeno. Namun, pada pertengahan Februari 2020, atau jelang bergulirnya Liga 1 musim ini, ia menjualnya ke PT Palladium Pratama Cemerlang.
"Mereka [pemain] jawabnya sedang mediasi atau menyelesaikan secara persuasi antara pemain dan manajemen. Kami hormati itu karena ada hak pemain dan hak klub juga untuk menyelesaikan itu secara internal," kata general manager APPI Ponaryo Astaman, kepada awak media.
Oleh karena itu, Ponaryo mengatakan menunggu perkembangan terbaru terkait permasalahan tersebut. Ia berharap persoalan ini dapat selesai secara baik-baik tanpa perlu pihaknya untuk turun tangan.
"Tidak bisa tiba-tiba masuk pengadilan juga enggak. Ada tahapannya. Tahap awal memang prosesnya seperti ini. Pemain komunikasi dengan klub, kalau selesai sampai situ ya sudah selesai, dan memang itu yang kami harapkan. Mudah-mudahan ada hasilnya dan ada titik terang," ucap eks pilar Borneo FC tersebut.
Goal IndonesiaSementara direktur utama PT Putra Sleman Sembada yang menaungi PSS, Marco Paulo Garcia menjelaskan dalam beberapa hari ke depan para pemain menerima haknya. Ia menyebut pihaknya sedang berupaya membayarkan tunggakan gaji tersebut.
"Kami berkomitmen tanggal 24 Juli sudah dibereskan [tunggakan gaji]. Ini bukan berarti komitmennya palsu, nanti akan kami buktikan," ujar Marco.
Semenjak kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret lalu karena pandemi virus corona, pemain PSS menerima gaji 25 persen dari nilai kontrak yang tertera. Besaran pembayaran tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/48/III/2020.
Skuad Dejan Antonic tersebut juga dipulangkan ke kediaman masing-masing karena tidak ada kegiatan sepakbola. Para pemain PSS diminta berlatih mandiri untuk menjaga kondisinya.
