OLEH SANDY MARIATNAKegagalan mencapai 100 caps bagi timnas Inggris diakui John Terry sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya.
Bek sentral Chelsea itu melakoni debut senior bagi The Three Lions pada 2003 namun terpaksa mengakhiri karier internasionalnya pada 2012 dengan koleksi 78 caps setelah tersandung kasus rasisme dengan bek QPR Anton Ferdinand.
“Saya sangat senang [bermain bagi timnas] sampai semuanya itu terjadi. Itu sungguh mengecewakan, lebih dari apapun. Saya memang bangga dengan 78 caps serta menjadi kapten. Saya hanya kecewa dengan kisah akhirnya,” tutur Terry dalam sebuah wawancara dengan Jamie Carragher kepada Daily Mail.
“Saya tidak pernah berpikir untuk mundur. Ketika Anda memiliki 50 caps, 60, 70, saya lalu mengusung target 100 caps. Itulah yang saya inginkan. Prioritas pertama adalah bermain bagi Inggris, kedua menjadi kapten, dan ketiga menembus 100 caps.”
“Saya merasa sedih setiap kali menonton Inggris karena saya seharusnya bisa bermain di sana. Ketika saya pensiun, saya punya koleksi satu caps lebih banyak dari Wazza [Wayne Rooney], jadi semua itu membuat saya makin kecewa,” imbuh Terry baru saja berulang tahun ke-35 pada Selasa (7/12).


