Pelatih Persik Kediri Joko Susilo, tidak emosi Youssef Ezzejjari, gagal menendang penalti saat melawan Bali United. Pertandingan tesebut berkesudahan untuk kemenangan Serdatu Tridatu dengan skor 1-0.
Persik mendapat penalti pada menit 12, setelah Melvin Platje melanggar Youssef dalam kotak terlarang. Sayang, penalti pesepakbola asal Spanyol tersebut ditepis kiper Wawan Hendrawan.
Andai penalti Youssef masuk, hasil pertandingan versus Bali United pasti berbeda. Hal itu karena pasukan Stefano Cugurra, baru bisa menjebol gawang Persik pada menit 83, melalui M. Rahmat.
"Kami tidak bisa menyalahkan karena dia terlalu semangat sejak menit pertama dan dia memang ingin mencetak gol. Di latihan dia sangat bagus sekali makanya kami pilih dan kami sebenarnya yakin [cetak gol] tapi karena gagal ya sudah," kata Joko.
Meski kalah, sosok yang karib disapa Gethuk tersebut tetap memuji perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut seluruh pemain Persik sudah berusaha keras untuk meraih kemenangan.
Alvino HanafiKekalahan dari Bali United, dijadikan bahan evaluasi Joko untuk skuad Persik. Ia menilai masih ada sejumlah kelemahan yang perlu diperbaikinya sehingga armadanya bisa memetik poin penuh di laga berikutnya.
"Kami mengawali kompetisi ini tentu banyak kendala tetapi tidak masalah bagi kami. Saya apresiasi kinerja para pemain yang mau maksimal bermain. Hanya saja kami kecewa dengan skor akhir," ucapnya.
"Kondisi fisik menjadi catatan kami. Saya tahu kendala-kendala teknis dan non teknis yang tidak bisa kami hindari dan itu menjadi catatan kami," ia menambahkan.
Pertandingan Bali United versus Persik, sekaligus membuka Liga 1 2021/22. Sebelumnya, kompetisi sepakbola kasta tertinggi Tanah Air, sudah berhenti sejak pertengahan Maret tahun lalu akibat pandemi virus corona.


