Wallace CostaPSIS Semarang

Gagal Dapat Klub, Imigrasi Kediri Deportasi Wallace Costa

Bek asal Brasil Wallace Costa bersama keluarganya terpaksa dideportasi ke negaranya setelah mantan kapten PSIS Semarang itu overstay selama 90 hari, karena gagal mendapatkan klub di Indonesia.

Costa tidak mempunyai klub setelah PSIS tidak memperpanjang kontraknya selepas musim 2021/22. Pemain berusia 37 tahun itu sempat keluar dari Indonesia, dan kembali lagi dengan harapan bisa mendapatkan klub.

Kendati demikian, peruntungan belum berpihak kepada Costa. Klub Liga 1 tidak lagi menaruh minat kepada sang pemain. Di tengah upayanya mencari klub, Costa ternyata telah melewati batas waktu tinggal di Indonesia.

Kantor Imigrasi Kelas II Kediri akhirnya mendeportasi Costa bersama istri dan ketiga anaknya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (6/4) dini hari WIB.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kediri Denny Irawan hanya menyebutkan inisial sang pemain, WCA. Namun inisial itu merujuk kepada nama lengkap pria asal Brasil tersebut, yakni Wallace Costa Alves.

Menurut Denny, Costa terbukti melanggar aturan keimigrasian. WCA dan keluarganya dikenakan sanksi tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian, dan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan sehingga tidak diizinkan masuk Wilayah Indonesia untuk kurun waktu tertentu.

“WNA tersebut merupakan eks pemain sepakbola di Liga 1 yang sudah tidak mempunyai klub, karena kontraknya telah habis dengan PSIS Semarang,” jelas Denny dilansir laman Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham.

“Lalu dia keluar Indonesia, dan masuk lagi dengan Visa On Arrival untuk mencari klub baru. Lantaran tidak mendapatkan kontrak baru, sehingga overstay, dan melaporkan diri ke Kantor Imigrasi Kediri.”

Denny menambahkan, Costa dipulangkan dengan maskapai Qatar Airlines QR 955 rute Jakarta-Doha Qatar, dan diteruskan ke Brasil. Keberangkatannya dari Kediri hingga Jakarta dikawal petugas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kediri sesuai SOP yang berlaku.

“Karena yang bersangkutan tidak mempunyai biaya, akhirnya WCA dan keluarganya dideportasi dengan dibiayai oleh pihak kedutaan Brasil,” ungkap Denny.

Costa mengawali karirnya di Indonesia ketika bergabung dengan Persela Lamongan pada 2018. Satu tahun kemudian, ia berlabuh di PSIS. Costa menjadi pemain penting di kedua klub tersebut.

Iklan
0