Rasa bahagia sedang menyelimuti hati Ronaldo Kwateh. Pesepakbola berusia 16 tahun tersebut resmi menjadi bagian Madura United, setelah menandatangani kontrak selama tiga tahun.
Dikontraknya Ronaldo, menjadi sejarah tersendiri untuk Madura United. Ia merupakan pemain termuda yang direkrut klub berjulukan Laskar Sape Kerrab tersebut.
Sebelumnya, Maulan Romadhun yang menjadi pemain termuda Madura United. Pesepakbola berumur 19 tahun itu diambil dari Madura United Football Academy (MUFA).
"Puji Tuhan sangat senang dan bersyukur, dan semoga saya bisa berikan yang terbaik. Harapan saya, bisa berlatih dan bermain dengan konsisten, dan mendapat hasil yang maksimal untuk tim," kata Ronaldo, saat dihubungi awak media.
Selain itu, Ronaldo merasa bangga dapat dilatih langsung Rahmad Darmawan. Menurutnya, sosok yang karib disapa RD tersebut bisa mengembangkan kemampuannya jadi makin oke.
"Karena saya tahu, beliau adalah salah satu pelatih terbaik di Indonesia. Jadi saya senang akan dilatih dengan coach Rahmad Darmawan," ujarnya.
Sementara RD, menjelaskan alasan Madura United mendaratkan Ronaldo. Ia menilai penyerang muda keturunan Indonesia-Liberia tersebut memiliki kualitas yang mumpuni.
Aditya Wahyu PratamaBuktinya, Ronaldo masuk dalam pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-16, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, RD tak ragu untuk menjadikannya sebagai investasi jangka panjang Madura United.
“Pemain muda itu sangat penting, itu aset tim. Mereka akan terus berkembang hingga menjadi pemain bintang di tim. Pemain yang satu ini, kami lihat memang punya kualitas, jika benar-benar terus dikembangkan bisa menjadi pemain bagus,” ucap RD.
Sebelum bergabung dengan Madura United, Ronaldo bermain untuk kelompok usia Persib Bandung. Ia juga pernah tampil ketika timnya menghadapi Madura United U-20, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan pada 2019.
Dalam waktu dekat ini, Madura United bakal mengumpulkan pemain untuk mempersiapkan tampil di Piala Menpora 2021. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret mendatang.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), menjadikan Piala Menpora, sebagai gambaran kepada kepolisian untuk kompetisi musim 2021. Protokol kesehatan ketat diterapkan selama ajang tersebut berlangsung.
Penonton juga tidak boleh datang ke stadion. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang masih luas di Indonesia.


