Kemenangan Manchester United atas West Ham United di Piala FA pada Rabu (10/2) dini hari WIB bukan satu-satunya sorotan, namun ada sejarah kecil yang tertulis untuk sepakbola Inggris.
Ryan Fredericks memastikan namanya tercatat sebagai pemain pertama yang masuk ke lapangan dengan menggunakan jatah pergantian pemain khusus gegar otak.
Sang bek kanan masuk menggantikan Issa Diop, setelah pemain Prancis itu mengalami benturan dengan Anthony Martial.
Momen tersebut menandai pertama kalinya sistem baru yang mulai diuji cobakan di Liga Primer Inggris dan Piala FA, di antara kompetisi-kompetisi lainnya, pada 6 Februari.
Aturan khusus yang baru memungkinkan tim untuk melakukan dua pergantian pemain per pertandingan untuk pemain yang memiliki tanda-tanda mengalami cedera gegar otak, tanpa memengaruhi jumlah pergantian pemain semula.




Tindakan tersebut telah lama diserukan untuk kepentingan kesejahteraan pemain.
Regulasi pergantian pemain gegar otak telah diluncurkan untuk melindungi kesehatan pemain baik dalam jangka pendek mau pun panjang.
"Uji coba ini merupakan hasil konsultasi IFAB dengan pemangku kepentingan dan rekomendasi dari kelompok ahli gegar otak untuk memungkinkan pergantian pemain tambahan bagi para pemain yang memiliki tanda-tanda cedera gegar otak," kata FA.
Gegar otak dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan penelitian telah menunjukkan bahwa tidak menanggapi serius cedera kepala bisa memperpanjang waktu pemulihan secara substansial.
Desakan untuk memperkenalkan pergantian pemain gegar otak bukan hal baru, justru semakin meningkat setelah adanya tabrakan antara Raul Jimenez dan David Luiz saat Wolverhampton Wanderers menang atas Arsenal pada November lalu.
Jimenez mengalami retak tulang tengkorak, namun pada waktu itu manajer Arsenal, Mikel Arteta tidak langsung mengganti David Luiz. Ia kemudian mengatakan pemain Brasil itu merasa tidak nyaman usai kepalanya mengalami benturan.
