Stephanie Frappart, Wasit Wanita Pertama Di Liga Champions Pimpin Laga Juventus

Stephanie Frappart referee
Getty Images
Frappart menjadi wasit wanita pertama yang bertugas di Liga Champions, usai sebelumnya memimpin laga Piala Super UEFA 2019.

Stephanie Frappart telah ditunjuk sebagai wasit pertandingan Juventus melawan Dynamo Kiev, menjadikan pengadil laga asal Prancis itu sebagai wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan Liga Champions.

Frappart menjadi wasit final Piala Dunia Wanita 2019 antara Amerika Serikat dan Belanda, sebelum kemudian ditugaskan memimpin duel antara Liverpool dan Chelsea di Piala Super UEFA.

Menjelang partai Piala Super tersebut, Frappart ditanya mengenai apa perbedaan antara memimpin pertandingan sepakbola pria dan wanita.

"Saya pikir tidak banyak perbedaan karena sepakbola itu sama," katanya. "Bagi saya sama saja rasanya karena menjadi wasit semua sama. Sepakbola itu sama, ada aturan yang sama jadi saya akan menjadi wasit yang sama seperti di kompetisi wanita."

Saat memimpin pertandingan Piala Super, Frappart menjadi wanita pertama yang memimpin pertandingan di kompetisi utama UEFA untuk pria, dan sekarang sang wasit berusia 36 tahun, yang reguler bertugas di Ligue 1, kembali menorehkan sejarah.

Juventus menghadapi Kiev, Kamis (3/11) dini hari WIB, dengan sudah menyegel tiket menuju babak 16 besar Liga Champions.

Raksasa Serie A saat ini menduduki peringkat kedua Grup G dengan sembilan poin dari empat pertandingan, unggul delapan poin atas Kiev dan tertinggal tiga angka dari Barcelona, yang akan bertemu Ferencvaros pada hari yang sama.

Frappart menjalankan tugasnya sebagai wasit pertandingan Liga Europa pertamanya pada Oktober lalu, ketika Leicester City menghadapi Zorya Luhansk di King Power Stadium, dan pekan lalu memimpin laga antara Granada dan Omonia Nicosia.

Usai pertandingan Piala Super di Istanbul tahun lalu, yang dimenangkan Liverpool 5-4 melalui adu penalti menyusul hasil imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu, bos The Reds, Jurgen Klopp memuji kinerja Frappart dan tim ofisial wanitanya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Saya berbicara dengan tim wasit setelah pertandingan [dan berkata] bahwa jika kami menampilkan performa seperti mereka meniup peluit, maka kami bisa menang 6-0," kata Klopp kepada awak media.

"Mereka menunjukkan kinerja yang brilian. Mereka bagus, benar-benar bagus. Ada tekanan pada mereka seperti berada di neraka. Itu adalah momen bersejarah dan mereka tetap menjadi diri mereka sendiri, tetap tenang dan melakukan apa yang harusnya mereka lakukan dalam pertandingan yang sangat sulit dan intens."

"Saya sangat menghormati mereka, kinerja yang sangat brilian."

Tutup