Frank Lampard mengaku bisa memahami perasaan kecewa Olivier Giroud karena hanya menjadi pemain cadangan Chelsea di musim ini.
Pada jeda internasional lalu bersama timnas Prancis, Giroud mengumbar rasa frustrasinya kepada media. Ia mengaku "tidak terima hanya berperan sebagai pemain pelapis" dan "akan membuat keputusan pada bursa transfer Januari". Sejumlah klub seperti Inter Milan hingga New York City FC memantau perkembangannya.
Giroud baru mencatatkan 100 menit di Liga Primer Inggris musim ini setelah kalah bersaing dengan striker muda Tammy Abraham, yang tampil meledak lewat torehan delapan gol. Kekecewaan Giroud tersebut dimaklumi Lampard, tapi sang bos tak ingin strikernya itu cepat-cepat hengkang.
"Saya ingin dia bertahan, meski dia jarang bermain. Dia punya peran besar di skuad ini. Tammy memang sedang bagus-bagusnya, tapi saya ingin berbicara dengan Oli karena saya respek kepadanya," kata Lampard.
"Dia berkata jujur kepada saya dan kepada media. Dia memang seharusnya tidak bahagia dengan situasi ini. Itulah ciri-ciri pemain hebat. Saya katakan kepada Oli, bahwa kesempatannya akan datang. Saya akan kembali berdiskusi dengan Oli pada Januari mendatang, tapi itu masih sangat lama."
Giroud kembali jadi cadangan tak terpakai di laga terbaru ketika Chelsea menang 1-0 atas Newcastle United, Sabtu (19/10). Striker The Blues lain, Michy Batshuayi, juga menemani Giroud di bench. Lampard pun meminta keduanya untuk bersabar.
"Saya punya masalah menyenangkan di depan. Kami punya Giroud dan Batshuayi. Saya harus memuji keduanya karena mereka sangat profesional. Mereka berlatih di level tertinggi. Mereka akan mendapat kesempatan karena musim masih panjang," sambungnya.
"Untuk saat ini, Tammy dengan gol-golnya berperan besar membawa kami sampai sejauh ini. Saya rasa dia bisa lebih baik lagi. Dia selalu mendengarkan, ingin terus berkembang, ingin mencetak banyak gol, dan membantu rekannya. Semoga kami bisa terus menaikkan level permainannya."


