Manajer Everton, Frank Lampard, menyadari bahwa melatih The Toffees adalah tantangan besar mengingat suasana ruang ganti ketika ia tiba.
Terkini, Everton dibekap tuan rumah Tottenham Hotspur 5-0 pada pekan ke-28 Liga Primer Inggris, Selasa (8/3) dini hari WIB.
Ini menjadi kekalahan kesembilan Merseyside Biru pada laga tandang dan yang keempat secara berentet. Tercatat, Jordan Pickford dkk jadi tim terburuk di luar rumah dengan koleksi enam poin dari 13 laga!
“Saya tahu ada ketakutan akan degradasi ketika saya datang,” ucap Lampard kepada BBC Sport selepas pertandingan.
“Sisa tiga belas pertandingan artinya masih banyak poin yang diperebutkan. Sebelum saya masuk, beberapa statistik dasar tidak berbohong. Tim tidak berubah dalam semalam. Di Goodison [Park] kami benar-benar bagus dan jauh dari rumah kami belum sama. Tantangan ini tidak lebih besar dari yang saya harapkan, saya tahu ini akan sulit.”
“Cara kami merespons tidak cukup bagus. Itu adalah reaksi tim yang terbiasa kalah pada laga tandang. Kami harus menyelesaikannya.”
“Sisi psikologis adalah satu [elemen]. Sepakbola adalah tentang menjadi tangguh. Satu-satunya cara untuk membalikkan keadaan adalah bekerja keras dan itu akan berubah. Itu tidak datang dari sihir, tapi kerja keras.”
"Kesalahan krusial [merugikan kami], membiarkan mereka mendominasi. Kami merasa nyaman selama 15 atau 20 menit. Tapi, kesalahan individu menyebabkan gol yang membuat permainan menjauh dari kami. Sulit ketika Anda sudah tertinggal 2-0 atau 3-0,” pungkasnya.
Meski masih mengantongi tiga laga di tangan, Everton belum bergerak dari peringkat ke-17 dengan perolehan 22 poin alias hanya satu angka di atas Burnley di zona relegasi.




