FC Porto menjadi juara Portugal pada Sabtu malam di bawah kepemimpinan Francesco Farioli. Setelah menang 1-0 atas FC Alverca, pelatih asal Italia itu mengenang bagaimana ia gagal meraih gelar bersama Ajax musim lalu.
Musim lalu, Ajax tampaknya akan menjadi juara Belanda, namun PSV akhirnya menjadi juara setelah akhir yang dramatis. “Baik saya maupun tim kami memiliki sesuatu untuk dibuktikan tahun ini,” kata Farioli dalam konferensi pers setelah pertandingan penentuan gelar juara.
Hampir setahun yang lalu, tim asal Amsterdam itu gagal meraih gelar juara. Yang paling berkesan adalah hasil imbang di menit-menit akhir melawan FC Groningen (2-2), yang membuat PSV mengambil alih keunggulan dalam perebutan gelar. Setelah musim berakhir, Farioli mengumumkan kepindahannya ke Porto.
“Musim lalu kami telah mencatatkan sesuatu yang luar biasa di Ajax, namun sayangnya itu tidak berakhir seperti yang kami harapkan. Sepak bola memberikan banyak hal, tetapi juga bisa sangat menyakitkan,” akui pelatih asal Italia itu kepada A Bola.
Selanjutnya, sang pelatih menyatakan bahwa ia didukung oleh skuad lamanya. “Hari ini saya menerima beberapa pesan dari para pemain saya musim lalu. Saya rasa hari ini juga sedikit untuk mereka.” Dengan demikian, Farioli secara simbolis mempersembahkan gelar juara Portugal tersebut kepada Ajax.
Os Dragões menjadi juara untuk ke-31 kalinya dalam sejarah klub. Klub ini kembali menjadi yang terbaik di Portugal untuk pertama kalinya sejak 2022. Mantan pemain PSV, Pablo Rosario, dan Luuk de Jong yang sedang cedera juga dapat menambahkan gelar ini ke dalam daftar prestasi mereka.




