Bek sayap Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar terpaksa harus menjalani karantina untuk kedua kalinya di Korea Selatan setelah ia berfoto bersama dengan fans selepas makan siang di restoran.
Selepas menjalani karantina dua hari lalu, Asnawi menyempatkan diri makan di restoran Indonesia di dekat hotel. Usai makan siang, dan ingin meninggalkan restoran, Asnawi diajak foto bersama oleh fans. Asnawi selanjutnya bergabung dengan tim di Pulau Jeju.
Pemain berusia 21 tahun itu sebetulnya dijadwalkan menjalani latihan bersama Ansan Greeners, dan beruji coba melawan klub K League 1, FC Seoul, di Jeju hari ini. Mantan penggawa PSM itu sempat muncul di Stadion AehYang untuk mengikuti latihan.
Namun tiba-tiba manajemen Ansan mendapat kabar salah satu fan yang ikut berfoto bersama dinyatakan positif terpapar virus Corona. Asnawi selanjutnya menjalani tes untuk mengetahui kondisi sang pemain.
“Selasai karantina mandiri, Asnawi makan di rumah makan Indonesia. Setelah selesai makan, saat akan keluar, bertemu dengan penggemar dan foto bersama. Tetapi ternyata penggemar itu terkena COVID-19,” demikian pernyataan Ansan melalui akun Instagram resmi klub.
Goal Indonesia“Asnawi telah dites, dan hasilnya negatif. Tetapi untuk menjaga kesehatan bersama, kami memutuskan Asnawi untuk karantina mandiri selama 14 hari.”
Manajemen Ansan lalu berkomunikasi dengan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit departemen kesehatan Ansan mengenai situasi yang dialami Asnawi, dan disarankan untuk menempuh protokol kesehatan. Saat Asnawi menanti hasil tes, baik pemain maupun manajemen merasa cemas.
“Asnawi yang menjalani karantina untuk kedua kalinya merasa sangat frustrasi. Kami akan berusaha membuat dia tidak merasakan kesulitan saat menjalani karantina. Kami berharap dukungan Anda semua,” kat ofisial Ansan dikutip laman Chosun Ilbo.
Manajemen akhirnya memutuskan membatalkan latihan yang diagendakan berlangsung pukul 14:00 waktu setempat. Bukan itu saja, FC Seoul akhirnya juga memutuskan untuk membatalkan uji coba melawan Ansan.
“Kami sudah mendapatkan hasil tes [Asnawi] negatif. Tapi pekan pertama liga tersisa satu pekan. Demi keamanan semua pihak yang terlibat di K League 1 dan K League 2, Anda tidak bisa melakukan [uji coba], meski risikonya cuma 0,001 persen. Hal paling penting adalah keselamatan,” tutur direktur sepakbola FC Seoul, Kang Myung-won.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


