Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca marah besar setelah melihat pasukannya dibantai Atalanta 4-1 dalam lanjutan Serie A, Senin (21/12) dini hari WIB.
Giallorossi sempat memimpin terlebih dahulu di Bergamo lewat gol cepat Edin Dzeko pada menit ketiga, namun mereka kolaps di babak kedua dan harus kebobolan empat gol comeback tuan rumah.
Duvan Zapata mengawali kebangkitan Atalanta pada menit ke-59, disusul oleh Robin Gosens pada menit ke-70, Luis Muriel dua menit berselang dan aksi Josip Ilicic pada menit ke-85.
Fonseca bahkan secara blak-blakan mengkritik performa buruk anak asuhnya, yang disebutnya bermain seperti sekumpulan bocah terutama di paruh kedua permainan.
"Saya tidak ingin mencari alibi. Tim bermain dengan intensitas yang hebat di babak pertama, tapi di babak kedua kami bermain kekanak-kanakan, ini seperti pertandingan antara pria dewasa dan bocah," keluh pelatih asal Portugal itu kepada Sky Sport Italia.
"Tim ini sangat lemah, tidak agresif dan itu berakibat fatal melawan tim seperti Atalanta. Bukan fisik yang dipertanyakan, melainkan psikologis dan sikap mereka."
"Kami bermain bagus selama 25 menit, kemudian sikap mereka berubah sepenuhnya. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terjadi."
"Kami harus memastikan para pemain memahami bahwa mereka tidak bisa mengubah sikap mereka seperti itu. Kami memudahkan jalan bagi Atalanta. Tanpa agresi, Anda tidak bisa memenangkan pertandingan seperti ini."
Kekalahan ini membuat Roma gagal menyamai perolehan poin Juventus (27) di posisi ketiga klasemen sementara dengan mereka masih tertahan di urutan keempat.


