Salah satu bintang Jepang Takefusa Kubo enggan membicarakan mengenai kans Samurai Biru bertemu Korea Selatan di 16 Besar Piala Asia 2023, dan memilih fokus menghadapi timnas Indonesia di laga pamungkas Grup D, Rabu (24/1).
Kekalahan 2-1 dari Irak membuat Jepang tidak berada dalam posisi diuntungkan. Selain harus menjalani laga menentukan melawan Indonesia, mereka juga berpotensi bentrok dengan favorit salah satu juara Korea Selatan.
Tim Negeri Ginseng diprediksi bakal memuncaki klasemen Grup E, dan berhadapan dengan runner-up Grup D. Jika mengalahkan Indonesia, Jepang akan menduduki peringkat dua klasemen akhir.
Kubo pun enggan membahas mengenai kemungkinan tersebut. Menurut penggawa klub LaLiga Spanyol tersebut, ia hanya fokus menghadapi Indonesia, karena di sepakbola segala sesuatunya bisa terjadi.
“Jika saya berpikir tentang bertanding melawan Korea di laga selanjutnya, perhatian saya akan terganggu pertandingan berikutnya melawan Indonesia,” tegas Kubo.
“Saya ingin fokus pada pertandingan melawan Indonesia terlebih dulu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di turnamen ini. Jadi, kami akan mengerahkan semuanya untuk pertandingan ketiga grup.”
Keengganan Kubo membahas mengenai kemungkinan duel melawan Korsel juga tak lepas dari penilaianya terhadap performa diri sendiri, dan tim secara keseluruhan. Kubo menyatakan tidak bermain sesuai harapan ketika dikalahkan Irak.
Pemain berusia 22 tahun itu mencontohkan umpannya yang gagal di menit ke-14, sehingga Jepang membuang peluang untuk menyamakan kedudukan setelah tertinggal gol Aymen Hussein ketika laga baru berjalan lima menit.
“Saya sekarang merenungkan diri sendiri, berpikir apakah saya seharusnya serakah, dan mengincar gol. Setelah itu, tim gagal menciptakan peluang yang berarti, dan kembali kebobolan sesaat sebelum babak pertama berakhir.”
“Kami terlihat seperti bermain menyerang di babak pertama, tetap kami sebetulnya tidak mampu melakukan itu. Sebaliknya, lawan kami bisa mencetak dua gol dari dua peluang, sehingga babak pertama berakhir dengan hasil buruk. Ada beberapa momen di mana kami tidak menyatu dalam hal umpan silang sebelum kami kebobolan kedua kalinya.”
