Borneo FC terus melakukan persiapan jelang kembali bergulirnya lanjutan Liga 1 musim ini. Kondisi para pemain mengalami kenaikkan kondisi fisik setelah digeber latihan selama sepekan.
Permasalahan tersebut mesti diselesaikan Borneo FC di sisa waktu yang ada. Bila tidak, Pesut Etam bakal kesulitan dalam mengarungi pertandingan lanjutan Liga 1 musim ini.
"Fisik pemain sudah ada kemajuan, tapi belum ideal. Masih perlu peningkatan dan itu akan terus kita tingkatkan selangkah demi selangkah," kata asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin dikutip laman resmi klub.
Oleh karena itu, Amir menyebut bakal menggembleng fisik para pemain Borneo FC agar kembali seperti semula. "Fisik tetap ada. Tapi juga kita sudah plan untuk group taktikal."
Selain itu, Amir menyatakan seluruh pemain mempunyai kesempatan yang untuk bermain. Sampai sekarang ia mengaku pihaknya belum memiliki kerangka tim yang tetap.
"Untuk kerangka tim, saya pikir belum karna tim belum lengkap, masih fokus performa individu pemain," ucapnya.
Sementara bek Borneo FC Abdul Rachman, mengatakan tidak masalah dengan materi latihan yang diberikan. Menurutnya, semua yang dilakukan tersebut untuk kebaikan para pemain.
Borneo FC"Perkembangannya pasti bagus terutama buat kembalikan fisik dan stamina pemain setelah libur beberapa bulan. Apalagi, minggu-minggu pertama ini tim pelatih cenderung banyak program fisik. Jadi menurut saya, itu bagus buat semua pemain," ujar Rachman.
Kembalinya Mario Gomez sebagai pelatih Borneo FC menambah kepercayaan Rachman. Namun, pesepakbola berusia 32 tahun tersebut menyatakan rekan setimnya harus tetap kerja keras dalam lanjutan Liga 1 musim ini.
"Harus optimis, tapi gak takabur juga kan. Apalagi, Borneo FC lebih cepat persiapannya sekarang ini dibanding tim-tim lain," ucapnya.
Dijadwalkan Liga 1 kembali diputar pada 1 Oktober mendatang. Kepastian ini didapatkan setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, yang dikirimkan ke seluruh klub beberapa waktu lalu.
Saat Liga 1 dilanjutkan, Borneo FC tak bisa menggunakan Stadion Segiri, Samarinda. Penyebabnya karena PT LIB dan PSSI memutuskan seluruh pertandingan dilangsungkan di Pulau Jawa.
Klub yang bukan berasal dari Pulau Jawa ditempatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekitarnya. Borneo FC pun memilih Stadion Maguwoharjo, untuk menjamu lawan yang dihadapi.


