OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN
Gelandang senior, Firman Utina, angkat bicara mengenai kontrak pelatih timnas Indonesia U-23, Luis Milla Aspas, yang bakal berakhir setelah Asian Games 2018. Menurutnya, Milla yang dikontrak sejak awal tahun 2017 semestinya diberikan kontrak jangka panjang.
"Di mata saya, dia membutuhkan waktu yang panjang (untuk membangun timnas Indonesia). Saya sudah bertanya dengan teman-teman saya, bahkan ada coach Bima Sakti yang saat ini jadi asisten pelatihnya, kalau Milla punya program jangka panjang, jadi tak hanya dalam waktu satu atau dua tahun. Saya mau mungkin dia dikontrak sepuluh tahun. Nah, di pertengahan waktu kontraknya, misal sudah lima tahun, dia baru diberi target bisa memberikan gelar. Jadi jangan hanya instan," ucap Firman, saat diwawancarai Goal Indonesia beberapa waktu lalu.
Firman pun memiliki pandangan tersendiri terkait target tinggi yang dibebankan kepada timnas U-23 di Asian Games 2018. Ya, skuat Garuda Muda memang ditargetkan minimal menembus babak empat besar ajang yang bakal digelar di Indonesia, pada Agustus-September nanti itu.
"Menurut saya, terlalu cepat kalau kita bicara target, kasihan pemain-pemain kita yang baru bergabung. Mereka rata-rata masih pemain muda yang sudah diberikan target besar, apalagi main di kandang. Mudah-mudahan target di Asian Games bukan yang akhir buat timnas dan pelatihnya sendiri, mudah-mudahan PSSI dan Pemerintah bisa memikirkan jangka panjang untuk pembangunan sepakbola kita," tuturnya.
"Pemain-pemain kita ini para pemain muda yang masih bisa diubah dari segala hal, termasuk karakternya. Saya rasa ini hanya kesempatan yang harus lebih lama buat pelatih kita," jelas mantan kapten timnas Indonesia itu.
Lebih lanjut, mantan penggawa Persib Bandung ini menuturkan para pemain muda yang ada di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Terlebih banyak muka-muka baru yang bermunculan sehingga bisa membuat kualitas sepakbola Indonesia semakin baik.
Namun, dia juga menitipkan pesan kepada para pesepakbola muda Indonesia untuk terus memotivasi diri memberikan yang terbaik ketika memperkuat timnas Indonesia. "Mereka harus punya rasa bisa memberikan gelar untuk Indonesia. Karena kita tahu sepakbola sangat diperhatikan masyarakat, jadi kita harus tahu apa yang harus diberikan kepada masyarakat yang sudah mendukung kita. Saya rasa hanya satu saja, kita berikan gelar, masyarakat juga akan senang," tutup pria yang juga Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia itu.



