Kepindahan Dusan Vlahovic ke Juventus dinilai sebagai sebuah "hari berkabung" di Florence, kota tempat Fiorentina bernaung, oleh bekas Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi.
Seperti konfirmasi GOAL, Juventus telah sepakat untuk mendatangkan Vlahovic dari I Viola dengan mahar €75 juta.
Mengingat rivalitas sengit antara kedua klub, transfer penyerang asal Serbia itu memicu kemarahan dari pihak suporter Fiorentina, termasuk politisi Italia dan Walikota Florence.
"Kita sedang disiarkan televisi, jadi saya harus mencoba untuk tidak mengumpat," ujar Renzi, kepada La7 saat ditanya soal transfer Vlahovic.
"Ini seperti hari berkabung untuk Florence. Saya masih berusia 15 tahun ketika Roberto Baggio dijual ke Juventus, dan saya ikut berunjuk rasa di Piazza Savonarola."
"Saya marah sekali. Mengapa sih, Fiorentina harus selalu menjual semua bintangnya ke Juventus? Setidaknya jual lah ke klub lain."
Walikota Florence, Dario Nardella, juga meradang dengan kepindahan Vlahovic. Ia menilai sepakbola zaman sekarang telah kehilangan identitasnya dan terlalu tunduk pada sosok yang memiliki kuasa besar.
"Sebagai seorang fan, saya tak bisa memungkiri kekecewaan melihat pemain terbaik kami pergi di tengah-tengah musim, apalagi gabung ke rival langsung dalam perebutan peringkat di klasemen Serie A," ujar Nardella kepada Gazzetta dello Sport.
"Secara umum, lagi-lagi ini adalah bukti bahwa sepakbola modern kian menjauh dari fans dan rasa otentik, dijalankan oleh pihak-pihak yang terlalu berkuasa."
Ia menambahkan bahwa peristiwa seperti ini mencoreng nilai yang dipegang teguh suporter I Viola.
"Gagasan romantis tentang pemain simbolis sudah lama mati, tetapi suporter Viola masih memegang nilai dan gairah tertentu, yang sayangnya diinjak-injak dan dipermalukan oleh situasi seperti ini," pungkas Nardella.
Rivalitas Fiorentina-Juventus bisa ditarik hingga Serie A era 80-an.
Pada musim 1981/82 kedua tim sama-sama berpeluang meraih Scudetto dengan torehan poin yang sama (44) menjelang matchday terakhir.
Fiorentina hanya bisa menuai hasil imbang 0-0 setelah gol mereka dianulir karena dianggap mendorong kiper Cagliari, sementara itu permintaan penalti Catanzaro tak digubris dan malah Juventus yang dihadiahi tendangan titik putih, dan berhasil menang 1-0 karenanya untuk meraih gelar Serie A yang ke-20.
Merespon insiden itu, tifosi I Viola menciptakan pepatah "Meglio secondo che ladri" yang berarti "lebih baik jadi nomor dua daripada jadi pencuri".
Rivalitas ini kian panas ketika Roberto Baggio membelot ke Juve pada 1990. Di era modern, transfer Federico Bernardeschi dan Federico Chiesa juga mengundang kecaman suporter.




