FBL-WC-2026-MATCH104-ESP-ARG-FINALAFP

Diterjemahkan oleh

Final Piala Dunia berubah menjadi ajang protes terhadap Trump dan Infantino

Suasana final Piala Dunia tidak hanya terbatas pada pertandingan yang dinantikan antara Spanyol dan Argentina, tetapi juga meluas ke tribun penonton, di mana ribuan suporter bersiap melakukan aksi protes mencolok yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino, dalam sebuah pemandangan yang mungkin akan mencuri perhatian dari upacara penobatan juara dunia.

Para penggemar sepak bola meluncurkan kampanye protes yang tidak biasa terhadap Trump dan Infantino, bertepatan dengan digelarnya final Piala Dunia di Stadion New York/New Jersey.

Surat kabar Saudi "Al-Sharq Al-Awsat" melaporkan bahwa kartu merah telah dibagikan kepada para pendukung yang menuju stadion, sebagai langkah yang bertujuan untuk menyampaikan pesan protes langsung kepada Presiden AS dan Presiden FIFA.

Penyelenggara kampanye berharap para pendukung akan mengangkat kartu merah bersamaan dengan upacara penyerahan Piala Dunia, mengingat Trump dan Infantino akan turut serta dalam upacara penobatan tim pemenang, di mana keduanya dijadwalkan menyerahkan piala kepada kapten tim juara.

Kartu-kartu merah tersebut dilengkapi dengan kode QR (Quick Response), yang mengarah ke platform bernama “Final Red Card”, yang berisi petunjuk bagi para penonton mengenai waktu yang tepat untuk mengangkat kartu-kartu tersebut selama upacara penobatan.

Di situs web platform tersebut tertulis: “Setelah ditinjau, dan karena korupsi politik serta penyalahgunaan jabatan kepresidenan, keputusannya adalah: kartu merah!”, sebagai tiruan dari mekanisme peninjauan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang digunakan dalam pertandingan sepak bola.

Kampanye ini muncul menyusul gelombang kritik luas yang menimpa Trump dan Infantino selama dua pekan terakhir, setelah diputuskan untuk mencabut skorsing penyerang AS Fularin Balugun, meskipun ia telah diusir dari lapangan, yang memungkinkannya bermain melawan Belgia dalam babak 16 besar.

Keputusan tersebut memicu kontroversi besar, karena dianggap sebagai preseden dalam sejarah Piala Dunia modern, terutama karena bertepatan dengan panggilan telepon yang dilakukan Trump kepada Infantino, yang memicu pertanyaan mengenai latar belakang keputusan tersebut, meskipun Presiden FIFA menegaskan bahwa panggilan tersebut tidak memengaruhi pencabutan sanksi.

Balougon memang turun bermain dalam laga melawan Belgia yang digelar di Seattle, namun ia gagal mengubah jalannya pertandingan. Timnas AS pun menelan kekalahan telak dengan skor 4-1, sehingga tersingkir dari turnamen di babak 16 besar di tengah kontroversi yang terus berlanjut mengenai keputusan partisipasinya.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google