Mohamed Salah, LiverpoolGetty

Final Liga Champions 2019 - Sah Atau Tidak, Penalti Liverpool Lawan Tottenham Hotspur?

Final Liga Champions 2019 diawali dengan sebuah keputusan yang kontroversial ketika Liverpool mendapat hadiah penalti akibat handball yang dilakukan gelandang Tottenham Hotspur Moussa Sissoko di menit pertama.

Umpan crossing Sadio Mane diblok ketika bola mengenai dada Sissoko dan kemudian berbelok ke lengannya, yang terangkat tinggi, sehingga wasit Damir Skomina menunjuk titik putih.

Striker asal Mesir, Mohamed Salah, sukses melakukan eksekusi tendangan penalti. Jam penunjuk waktu Stadion Wanda Metropolitano Madrid tepat berdetak pada 01:48 saat bola menggetarkan jala gawang Hugo Lloris. Ini merupakan yang kedua tercepat setelah bek kawakan AC Milan, Paolo Maldini, mencetak gol pada detik ke-50 pada final edisi 2005.

Insiden handball Sissoko itu memunculkan banyak perdebatan di kalangan penggemar sepakbola.

Keputusan wasit itu tampak keras diberikan, meski lengan Sissoko terulur untuk menunjuk pada sesuatu. Pada awalnya, bola mengenai dadanya dan ia terlihat tidak bermaksud menyentuh dengan lengannya.

Namun, UEFA mengadopsi kebijakan ketat terkait handball di Liga Champions pada musim ini menyusul pengenalan video assistant referee (VAR) di fase knock-out kompetisi ini.

Mengklarifikasi bagaimana ofisial akan menilai handball dengan pengunaan VAR, kepala wasit UEFA, Roberro Rossetti, mengatakan pada Januari kalau sikap seperti Sissoko akan dihukum.

Mohamed Salah, LiverpoolGetty

"Tantangan besar adalah posisi lengan," ujar Rossetti kepada The Times.

"Ketika lengan sepenuhnya keluar dari badan di atas bahu, maka itu harus dihukum."

"Jika bek membuat tubuh lebih besar untuk memblok bola, itu tidak fair. Berbeda jika bek menantang atau memainkan bola dan itu menjadi rebound."

"Tapi, jika ia ingin memblok sebuah crossing atau shot on goal dan sang pemain berusaha untuk melebarkan tubuhnya, maka itu adalah handball."

Direktur teknik International Football Association Board (IFAB), David Elleray, menambahkan: "Jika lengan diperpanjang melampaui bayangan, kemudian tubuh dibuat secara tidak wajar lebih besar, dengan tujuan menjadi penghalang yang lebih besar bagi lawan atau bola."

"Para pemain seharusnya dibiarkan memiliki lengan di sisinya karena itu adalah bayangan alami mereka."

Mo Salah, LiverpoolGetty

IFAB telah memperkenalkan aturan permainan yang baru pada hari final Liga Champions, termasuk perubahan undang-undang yang baru terkait handball, meski mereka tidak memberlakukan di pertandingan antara Tottenham dan Liverpool.

Aturan baru itu menyatakan bahwa handball akan diberikan jika bola "menyentuh tangan atau lengan pemain yang membuat tubuh mereka lebih besar secara tidak wajar", atau "bola menyentuh tangan atau lengan pemain ketika berada di atas bahu mereka (kecuali jika pemain sengaja memainkan bola yang kemudian menyentuh tangan/lengan mereka)."

Tapi, situasi seperti kasus Sissoko tidak akan dihukum, karena tidak ada tendangan bebas atau penalti jika "bola menyentuh tangan atau lengan pemain langsung dari kepala, tubuh, kaki mereka sendiri, atau kepala, tubuh, atau kaki pemain lain yang di dekatnya."

Iklan
0