Manajer Filipina Dan Palami menyatakan The Azkals tidak memasang target tinggi di Piala AFF 2022, melainkan hanya memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk merasakan atmosfer turnamen yang sangat ketat.
Dalam beberapa edisi penyelanggaraan sebelumnya, Filipina menurunkan skuad terbaiknya dengan sejumlah nama pemain bintang. Tahun lalu di edisi 2020, Filipina finis di peringkat tiga Grup A.
Pada tahun ini, Filipina lebih banyak memanggil wajah baru dengan meninggalkan pemain berlabel bintang. Mereka tergabung di Grup A yang berisikan Thailand, Indonesia, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Palami mengatakan, Piala AFF 2022 menjadi awal dari proses pematangan pemain muda.
“Kami selalu pergi ke turnamen atau kompetisi dengan target untuk menjadi juara. Tetapi pada saat yang sama, kami realistis. Kami juga ingin turnamen ini benar-benar untuk pemain muda mendapatkan pengalaman di kompetisi internasional,” ujar Palami dikutip laman Manila Standard.
“Kami berada dalam fase transisi tim. Kami ingin fans menyambut Azkals wajah baru dan muda dengan cara yang sama seperti mereka menyambut para pemain senior. Kebanyakan dari mereka adalah pemain lokal, dan sangat ingin menunjukkan kemampuan mereka.”
“Sampai sekarang kami ingin mempersiapkan turnamen internasional berikutnya. Kami ingin generasi berikutnya siap. Jadi Piala AFF [2022] adalah turnamen yang bagus untuk memulai prosesnya.”
Selain itu, Filipina juga dibesut Josep Maria Ferre Ybarz, pelatih yang belum lama ini. Ybarz tidak mempunyai pengalaman melatih tim nasional, dan hanya membesut di level klub saat berkarir di Thailand. Ybarz lebih lama berkecimpung di akadami Barcelona Escola.
Dengan riwayat kepelatihannya, lanjut Palami, Ybarz merupakan sosok yang cocok untuk menangani pemain muda. Pria berusia 39 tahun ini akan dibantu asisten pelatih lokal dan kapten tim Stephan Schrock untuk menangani skuad muda.
“Dia adalah pelatih muda untuk tim muda. Meski masih muda, dia memiliki pengalaman luas dengan tim profesional seperti di Thailand dan di Barcelona, Spanyol. Dia akan membawa pengalaman tingkat tinggi yang saya rasa cocok untuk skuad muda dan baru,” jelas Palami.
“Pelatih lokal dan kapten tim sangat membantu dalam memastikan kurva belajar yang cepat untuk dia dalam hal gaya dan mengenal para pemain.”
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)