Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya menjadi satu dari enam lokasi pertandingan untuk Piala Dunia U-20 2023. Namun, rumput tempat tersebut masih belum sesuai dengan standar FIFA.
Terungkapnya persoalan tersebut setelah perwakilan FIFA melakukan inspeksi ke Stadion GBT, Sabtu (24/9). Ada dua tim federasi sepakbola dunia itu yang datang ke sana.
Tim pertama meninjau infrastruktur dan tim kedua mengecek kondisi lapangan. Perwakilan FIFA tersebut menyatakan Venue Operation Control (VOC) telah bersandar tinggi, juga kecepatan pembangunan jalan akses menuju Stadion GBT.
FIFA memuji kerja Pemkot Surabaya untuk memperbaiki segala kekurangan yang masih ada. Mengingat pada kunjungan awal Juli lalu ditemukan sejumlah catatan.
"Kami harus mengoptimalkan kembali perawatannya, sehingga rumput memiliki kualitas standar untuk sepakbola," kata kepala dinas kebudayaan pemuda olahraga dan pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati dikutip Antara.
Sementara wakil ketua Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin, menyatakan akan melaporkan inspeksi dari FIFA kepada PSSI dan Pemkot Surabaya. Nantinya, masalah yang masih ada secepatnya diperbaiki.
"Sesuai dengan yang FIFA harapkan untuk sepakbola yang paling utama adalah lapangan permainan. Mudah-mudahan ini menjadi peluang yang lebih besar lagi dari kunjungan sebelumnya untuk Surabaya menjadi salah satu tempat Piala Dunia," ucap Amir.
Amir menyebut FIFA terkesan dengan kinerja Pemkot Surabaya. Ia pun optimistis Stadion GBT bisa menggelar pertandingan Piala Dunia U-20 2023 dengan lancar.
"Di luar ekspektasi mereka yang kira-kira [pengerjaan] itu bisa diselesaikan dalam waktu 6-7 bulan, ternyata itu kok sudah selesai. Salah satunya adalah akses [jalan]," ucapnya.
Selain itu, Amir mengkalim perwakilan FIFA takjub dengan antusiasme penonton di Stadion GBT. Tempat tersebut dijadikan lokasi pertandingan kualifikasi Piala Asia U-20 2023 beberapa pekan lalu.
"Sehingga dari antusias penggemar sepakbola di Surabaya masih diunggulkan oleh FIFA. Karena tujuan Piala Dunia digelar di mana pun adalah tentang impression venue [kesan terhadap lokasi]."
