Terlepas dari kehebohan seputar presiden FIFA saat ini Gianni Infantino, ia kembali mencalonkan diri untuk jabatan tersebut. Petinggi berusia 56 tahun itu mendapat sorotan tajam setelah Piala Dunia, setelah ia memiliki rencana untuk menjual saham putaran final turnamen itu kepada investor swasta.
Di Katowice, Polandia, Infantino pada pekan lalu hadir di Piala Dunia Wanita U-20. Di sana ia beberapa kali ditanya soal kinerjanya dan rencana masa depan pribadinya.
Menindaklanjuti hal itu, FIFA pada Minggu mengeluarkan sebuah pernyataan. "Presiden FIFA pada April mengumumkan bahwa ia akan kembali mencalonkan diri pada 2027. Tentu saja tidak ada yang berubah. Tuan Infantino akan kembali mencalonkan diri."
Pada akhir Agustus terungkap bahwa UEFA sedang menyiapkan proses pidana di Swiss terhadap Infantino terkait rencananya yang gagal untuk menjual kepentingan komersial dalam, antara lain, Piala Dunia kepada investor swasta.
Kini pria Swiss itu telah membatalkan rencana kontroversial tersebut. Hal itu terlihat dari sebuah pernyataan federasi sepak bola dunia. "Tujuan kami selalu untuk menyatukan dan memperbaiki. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," demikian dibagikan pada awal Agustus.
UEFA, AFC, dan CONCACAF telah menarik kepercayaan mereka terhadap sang presiden. Sejumlah asosiasi anggota individual, termasuk KNVB, juga melakukan hal yang sama. Tiga federasi sepak bola itu dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Infantino.
Namun, potensi kepergian Infantino tidak bisa diatur begitu saja. Untuk itu, sidang luar biasa Kongres FIFA harus dipanggil dan diperlukan dukungan dari 43 dari 211 asosiasi anggota.
Sejauh ini juga belum ada kandidat penantang yang mendaftar. Para kandidat memiliki waktu hingga 18 November untuk menyatakan kesediaan maju dalam pemilihan presiden, yang akan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat.

